Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Di Kabupaten, 21.949 Lulusan SMA/SMK Menganggur

Yudistira Satya Wira Wicaksana • Senin, 27 Februari 2023 | 19:00 WIB
Business cooperation and partnership vector concept. Woman and man working together for common goal. Symbol of equality or collaboration, connection. Eps10 vector illustration. Way to success
Business cooperation and partnership vector concept. Woman and man working together for common goal. Symbol of equality or collaboration, connection. Eps10 vector illustration. Way to success
 

MALANG KABUPATEN - Serupa dengan Kota Malang, penyumbang angka pengangguran di Kabupaten Malang masih didominasi lulusan SMA/SMK.

Sepanjang 2022 lalu, ada 21.949 lulusannya yang masih menganggur. Sementara lulusan kampus yang menganggur berjumlah 2.173 orang.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Malang Yoyok Wardoyo tak menampiknya.

Banyaknya pengangguran terbuka itu disebabkan karena lapangan kerja yang tersedia belum sesuai dengan kompetensi yang dimiliki pencari kerja.

”Untuk itu, kami juga terus berupaya mengadakan pelatihan yang memiliki sertifikasi kompetensi,” kata dia.

Sesuai tren saat ini, salah satu pelatihan yang digencarkan yakni digital marketing. Tahun lalu, dia mengklaim bila pihaknya sudah mengadakan lima kali pelatihan tersebut.
Berita Terkait : 10.673 Lulusan Kampus di Malang Raya Menganggur.

Ada 660 peserta yang mengikutinya. Di antara peserta tersebut, ada 64 penyandang disabilitas.

”Bagaimana pun, disabilitas juga memiliki hak yang sama, jadi kami menerapkan kesetaraan,” imbuh Yoyok. Tahun ini, Disnaker berencana menggelar tujuh kali pelatihan.

Sementara, untuk meningkatkan penyerapan tenaga kerja bagi lulusan SMK, pihaknya juga menggelar pelatihan produktivitas. Tujuannya untuk mengubah mental pelajar menjadi pekerja.

”Dari sekitar 140 SMK swasta atau negeri yang lulusan setiap tahunnya sekitar 14 ribu orang, hanya 37,5 persen yang bisa terserap kerja,” kata pejabat eselon II B Pemkab Malang itu.

Sehingga, jika ditotal, tiap tahun ada 8.750 lulusan masih menganggur. Pelatihan untuk SMK biasanya dilakukan kolaborasi bersama Bursa Kerja Khusus (BKK).

Pihaknya juga terus mendorong sekolah-sekolah untuk mengadakan job market fair. (Bersambung ke halaman selanjutnya)



Khusus untuk lulusan SMA, karena mayoritas berorientasi melanjutkan ke perguruan tinggi, tidak ada program pelatihan yang dibuat.

Selain pelatihan, pengiriman TKI atau pekerja migran Indonesia (PMI) juga cukup membantu mengurangi angka pengangguran.

Tahun ini, sudah ada 3.028 PMI yang berangkat ke luar negeri. Baik itu PMI untuk sektor formal maupun informal.

”Dengan itu, kami juga bisa mengurangi pengangguran di Kabupaten Malang,” tambah dia.

Yoyok berharap para calon PMI lebih jeli dan tidak mudah terjebak praktik percaloan.(adk/yun/iza/by) Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
##beritamalang #radarmalang ##jawaposradarmalang ##mediaonlinemalang ##beritamalanghariini #Pengangguran ##radarmalanghariini