MALANG KABUPATEN – Sebelum direnovasi, kios yang melingkar di Stadion Kanjuruhan dibongkar.
Pembongkaran kios dan beton existing berlangsung sejak tiga pekan lalu.
Jika tidak ada halangan, maka pengerjaan renovasi dimulai pekan depan.
Kemarin (6/10), pembongkaran beton tersebut ditinjau oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Ario Bimo Nandito Ariotedjo.
Ario datang bersama rombongan PT Waskita Karya, perusahaan yang menggarap renovasi.
Peninjauan tersebut didampingi Wakil Bupati (Wabup) Malang Didik Gatot Subroto.
”Pembongkaran yang saat ini sudah mencapai 85 persen," ujar Project Manager Renovasi Stadion Kanjuruhan PT Waskita Karya Vino Pramudya di sela-sela mendampingi Menpora meninjau lokasi.
Setidaknya, dia melanjutkan, pengerjaan renovasi akan dimulai minggu depan.
"Pertama, tentu kami akan melakukan penguatan struktur terlebih dahulu," lanjutnya.
Sehingga, struktur konstruksi stadion sesuai dengan Sertifikat Laik Fungsi (SLF).
Vino juga menjelaskan, desain renovasi stadion yang diterima dari perencana dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) sudah mengikuti guidelines dari FIFA.
Baik dari segi fasilitas maupun manajemen pengelolaan orang atau pengaturan penonton.
Mengacu standar FIFA, dia mengatakan, tribun reguler dan VIP yang sebelumnya bersifat terbuka tanpa pembagian tempat duduk akan diganti menjadi single seat.
Sehingga kapasitas yang sebelumnya 40.000 orang berkurang menjadi 21.000 orang.
Selain itu, lanjutnya, perbaikan lain yang akan dilakukan yakni membenahi pintu, tangga, fasilitas penonton, fasilitas pemain, dan area pertandingan.
”Ada fasilitas lapangan seperti track atletik juga akan kami perbaiki,” kata dia.
Menurut dia, pintu stadion diperbaiki karena terdapat pintu yang tidak ada jarak dengan anak tangga.
Selain itu elevasinya juga terlalu curam.
Sedangkan tangga-tangga diperbaiki, utamanya yakni di tribun ekonomi yang curam dan sempit.
Fasad atau tampak depan stadion pun akan ditambah ornamen-ornamen yang lebih baru.
Seperti bentuk oval yang bersambung dan bergelombang.
Sedangkan untuk mempertahankan ciri khas Arema yang identik dengan warna biru dan putih, dinding bagian depan pun akan dicat menggunakan warna tersebut.
Sebab meski direnovasi, dia mengatakan, kearifan lokal sebisa mungkin tetap dipertahankan.
”Kami menarget, akhir 2023 ini penguatan struktur sudah dilaksanakan setengahnya. Secara keseluruhan, renovasi sudah selesai 10 persen," kata Vino.
Kemudian, dilanjutkan dengan pengerjaan lapangan rumput, perbaikan dari sisi arsitektur, hingga pengaturan penontonnya.
"Yang jelas, nanti prosesnya mengikuti pekerjaan di lapangan," pungkasnya.
Sementara dalam kunjungannya, Menpora Ario Bimo Nandito Ariotedjo mengatakan, renovasi stadion akan selesai pada 2024 depan.
"Dengan pengalaman Tragedi Kanjuruhan tahun lalu, ke depannya, upaya preventif akan dilakukan. Seperti pengawasan penyelenggaraan kegiatan akan lebih ketat," kata Dito.(yun/dan)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana