Seperti yang kemarin (11/10) dilakukan di Kecamatan Jabung.
Dua dusun menjadi jujukan petugas.
Yakni Dusun Gunung Kunci, Desa Jabung, dan Dusun Krisik, Desa Kemiri.
”Untuk pagi saja, kami dropping 5.000 liter air bersih di Dusun Krisik,” kata Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang Sadono.
Jumlah secara keseluruhan masih belum diketahui.
Sebab, laporan dropping air baru akan terlapor ketika kegiatan sudah selesai.
Meski begitu, BPBD Kabupaten Malang berencana melakukan dropping 20 ribu liter air di Dusun Krisik.
Penerimanya sekitar 325 KK.
Sadono mengestimasi, mulai 1 September hingga Selasa lalu (10/10) sudah ada sekitar 2,2 juta liter air bersih yang telah di-dropping ke enam desa terdampak kekeringan.
Di antaranya yakni Desa Klampok, Kecamatan Singosari, Desa Jabung dan Kemiri, Kecamatan Jabung, serta Desa Kedungbanteng, Sumbermanjing Wetan, dan Sumberagung, Kecamatan Sumbermanjing Wetan.
”Kami belum bisa memastikan sampai kapan dropping air bersih dilakukan. Kami akan terus melakukan analisis berkala di lokasi-lokasi tersebut,” kata Sadono.
Yang pasti menurutnya, periode tanggap darurat kekeringan berlaku sampai 31 Oktober nanti.
Di tempat lain, Bupati Malang HM Sanusi memastikan bila pihaknya tetap memberi perhatian khusus problem kekurangan air.
”Tahun ini, setidaknya sampai Desember akan diupayakan juga untuk pengadaan pipanisasi dan sambungan air bersih,” kata dia.
Orang nomor satu di Kabupaten Malang itu yakin, solusi tersebut bisa menjadi jalan keluar untuk mengatasi kekeringan di Kecamatan Jabung.
Desa Kemiri pun sebenarnya sudah memiliki sumur yang terus mengalir.
Namun saat kemarau panjang, aliran airnya cukup kecil.
Karena itu belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.
”Kalau hari biasa ya airnya lancar. Tapi, kalau kemarau panjang ya seperti ini,” ujar Mar'a, 50, salah satu warga Dusun Krisik, Desa Kemiri.
Hampir setiap hari, dia bersama warga lain mengangkut air yang dibawa BPBD Kabupaten Malang.
Air tersebut sangat membantu pemenuhan kebutuhannya.
Khususnya untuk kebutuhan air minum. (yun/by)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana