Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Antusiasme Berburu Baju Bekas Masih Tinggi

Mahmudan • Rabu, 24 April 2024 | 21:15 WIB

 

LARIS MANIS: Salah satu thrift shop di Wagir menjadi pilihan pelanggan yang berburu baju impor bekas.
LARIS MANIS: Salah satu thrift shop di Wagir menjadi pilihan pelanggan yang berburu baju impor bekas.

 

WAGIR – Antusias masyarakat untuk berburu baju impor bekas (thrifting) rupanya masih tinggi. Indikasinya, pedagang baju bekas sering kali kebanjiran pembeli. Setidaknya, itulah yang dirasakan pedagang baju bekas di Wagir, Kabupaten Malang.

AR, pemilik salah satu thrif shop di Wagir mengatakan, menggeliatkan bisnis baju bekas karena para konsumen lebih bisa melihat brand. Masyarakat tak gengsi meski membeli baju bekas, asalkan bermerek.

Selain itu, baju bekas yang dipasarkan juga masih layak pakai. ”Apalagi dari segi harga dan kualitas yang ditawarkan menggiurkan,” katanya.

Rata-rata baju yang dipasarkan dibanderol Rp 35-50 ribu per potong. Dalam sehari, dia bisa menjual 300 sampai 400 pieces atau potong. Keuntungan yang dihasilkan menembus Rp 10 juta per hari. Saat moment Ramadan, bahkan mendekati Lebaran, pendapatannya dari penjualan baju bekas bisa meningkat berlipat-lipat. ”Omzet kotor bisa menyentuh Rp 20 juta sampai Rp 30 juta per hari,” kata dia

Dia mengatakan, trend pembelian baju bekas naik semenjak pandemi Covid-19. Di mana banyak orang yang menonton drama Korea Selatan (Korsel), kemudian mereka mulai menirukan fashion para aktris dan aktor.(iza/dan)

Editor : Mahmudan
#Malang Raya #Antusiasme #baju bekas