Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

15 Pasien Posyandu Jiwa Singosari Malang Hasilkan Produk Batik

Bayu Mulya Putra • Kamis, 25 April 2024 | 02:45 WIB
RUTIN TIAP BULAN: Pasien di Posyandu Jiwa Desa Wonorejo, Kecamatan Singosari bersama-sama membatik di selembar kain, kemarin.
RUTIN TIAP BULAN: Pasien di Posyandu Jiwa Desa Wonorejo, Kecamatan Singosari bersama-sama membatik di selembar kain, kemarin.

KABUPATEN MALANG - Karya bisa dihasilkan siapa saja.

Seperti ditunjukkan 15 pasien ODGJ (orang dengan gangguan jiwa) di Desa Wonorejo, Kecamatan Singosari kemarin (23/4).

Melalui fasilitas dari Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Radjiman Wediodiningrat, Lawang, mereka membatik di Posyandu Jiwa Desa Wonorejo.

”Kegiatan seperti ini memang rutin dilaksanakan. Biasanya satu bulan sekali mereka membuat produk-produk seperti keset dan kemoceng,” terang Sekretaris Posyandu Jiwa Desa Wonorejo Siti Aminah.

Baca Juga: 3.466 ODGJ di Malang Raya Bakal Nyoblos Pemilu 2024

Kegiatan tersebut sekaligus bukti bahwa penyintas ODGJ juga bisa bermanfaat Baik untuk diri sendiri maupun orang lain.

Siti menyebut, pasien di posyandu jiwa awalnya ada 33 orang.

Seiring berjalannya waktu, beberapa orang sudah dinyatakan sembuh.

Itu ketika mereka sudah bisa berkomunikasi dengan baik.

Meski begitu, mereka tetap harus menjalani terapi pengobatan.

”Mereka yang ikut kegiatan ini juga tetap menerima pengobatan,” imbuhnya.

Direktur Utama (Dirut) RSJ Radjiman Dr Radjiman Wediodiningrat dr Yuniar SpKJ menyebut, kegiatan seperti kemarin merupakan awal yang baik bagi setiap pasien.

Terlebih, dewasa ini semakin banyak pihak yang peduli untuk membantu perjalanan para ODGJ menuju pemulihannya.

”Saya berharap semua orang mengetahui, bahwa ODGJjuga bisa berkarya.

Seperti menghasilkan produk-produk ini,” kata dia.

Kegiatan kemarin juga mendapat support perusahaan rintisan digital mebiso.com melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

Mereka membantu para penyintas ODGJ dengan memfasilitasi pendaftaran merek produk sekaligus pemasarannya.

”Kami memberikan dukungan kepada masyarakat, terutama dalam pembuatan nama unik, logo, hingga pendaftaran merek,” ujar CEO Mebiso Hesti Rosa.

Untuk pemasaran produknya, Mebiso membantunya lewat live di media sosial.

Itu dilakukan sekaligus peluncuran batik ciprat dengan nama Danakirti.

”Sebagian masyarakat mungkin masih belum mengenal penjualan melalui live.

Makanya, kami datangkan influencer media sosial dalam kegiatan ini,” tambahnya. (yun/by)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#desa wonorejo #rumah sakit jiwa #membatik #ODGJ #rsj lawang