Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Kabupaten Malang Surplus 1.181 Ton Daging Sapi

Mahmudan • Rabu, 15 Mei 2024 | 04:03 WIB

 

STERIL PMK: Stok penjual daging di Pasar Pakisaji melimpah kemarin (13/5). Mereka bisa memenuhi permintaan konsumen.
STERIL PMK: Stok penjual daging di Pasar Pakisaji melimpah kemarin (13/5). Mereka bisa memenuhi permintaan konsumen.

 

 

KEPANJEN – Kabupaten Malang tidak hanya kuat di bidang pertanian, tapi juga peternakan. Jika beberapa daerah mengandalkan impor daging untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, Bumi Kanjuruhan tidak perlu impor. Itu karena kebutuhan daging sudah terpenuhi, bahkan surplus.

Data Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Malang awal 2024 mengungkap, ketersediaan daging sapi di Bumi Kanjuruhan mencapai 12.291 ton. Sedangkan kebutuhannya hanya sekitar 11.110 ton, sehingga surplus atau kelebihan 1.181 ton.

Karena itu, sisanya dipasok ke daerah lain. “Mayoritas dipasarkan ke luar Jawa. Salah satunya Kalimantan.” ujar Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Malang Eko Wahyu Widodo kemarin (13/5).

Saat ini, dia melanjutkan, sektor peternakan juga sudah membaik. Utamanya terbebas dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta Lumpy Skin Disease (LSD). DPKH Kabupaten Malang mencatat, tahun lalu terdapat ratusan hewan ternak yang terserang dua penyakit berbahaya tersebut. Yakni 1.071 ekor sapi terserang LSD dan 227 ekor sapi terserang PMK.

”Daging sapi yang terkena penyakit tersebut juga sebenarnya aman dikonsumsi asalkan direbus dalam air mendidih selama 30 menit,” kata dia.

Untuk terus meningkatkan sektor peternakan, Eko menambahkan, DPKH telah melakukan berbagai upaya. Seperti sosialisasi pembuatan silase, yakni pakan dari tanaman hijau yang diawetkan dan disimpan dalam kantong plastik kedap udara maupun drum. Juga sudah terjadi proses fermentasi dalam keadaan tanpa udara (anaerob). “Kami juga membantu peternak jika mereka memerlukan vaksinasi atau pengobatan,” kata pejabat eselon II B Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang itu.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah sapi potong yang menghasilkan daging di Kabupaten Malang pada 2023 mencapai 207.946 ekor. Persebarannya pun merata di 33 kecamatan. “Paling banyak ada di Kalipare, Gedangan, Poncokusumo, Turen, dan Sumbermanjing Wetan,” ucap Eko.

Tidak hanya daging sapi, dia mengatakan, produk-produk peternakan lain juga surplus. Di antaranya susu mengalami surplus 118.963 ton dan daging ayam surplus 9.817 ton. Produk-produk tersebut dipasarkan hingga Bali. (yun/dan).

Editor : Mahmudan
#Kabupaten Malang #daging sapi