KEPANJEN - Petani di Kabupaten Malang semakin canggih.
Terutama petani hortikultura yang punya greenhouse.
Kecanggihan mereka terlihat lantaran seluruh proses pertaniannya menggunakan internet of things (IoT).
Setidaknya, itu diterapkan di delapan greenhouse.
Lokasi greenhouse tersebar di tiga kecamatan.
Yakni di Desa Kebobang Kecamatan Wonosari dan Desa Karangpandan di Kecamatan Pakisaji.
Sedangkan di Kecamatan Donomulyo terdapat di empat desa, yakni Purworejo, Sumberoto, Tempursari, dan Purwodadi.
Pemasangan IoT tersebut merupakan hibah dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo)
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Malang Avicena Sani Putera mengatakan, dengan IoT tersebut, penanganan produksi pertanian dilakukan secara otomatis.
”Kapan jadwal pemupukan dan kapan jadwal menyiram, semuanya akan otomatis terekam,” kata dia.
Bahkan kadar kelembapan tanah juga bakal ketahuan.
Dalam praktiknya, dia melanjutkan, segala kondisi yang ada di greenhouse juga langsung ter-connect ke smartphone milik petani.
Bahkan penanganan juga langsung dilakukan secara otomatis.
”Misalnya jadwalnya menyemprot pestisida, secara otomatis sprayer yang ada di kebun bakal menyemprotkan pestisida,” kata dia.
Sementara rekanan Pemasangan Alat IOT dari Kemenkominfo Irsan Rajamin mengatakan, IoT tersebut bisa mengecek unsur hara tanah.
“Ada enam parameter penting. Mulai, PH tanah, kelembapan tanah, hingga temperatur tanah,” jelasnya.
Sistem tersebut bakal memberikan data setiap lima menit kepada petani.
Ketika ada salah satu unsur yang tidak sesuai parameter, sistem bakal memberikan adjustment.
Bisa berupa pemupukan ataupun penyiraman.
Dia mengatakan, hibah IOT sudah berjalan sekitar dua bulan.
Menurutnya, sejauh ini yang menjadi tantangan ialah edukasi kepada parapetani.
Karena biasanya petani cukup awam dengan teknologi.
Mereka menempatkan dua orang pendamping untuk membimbing petani. (iza/dan)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana