Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Tahun Depan, Candi Jago Malang Direvitalisasi

Mahmudan • Rabu, 30 Oktober 2024 | 00:30 WIB
WISATA BUDAYA: Tim dari BPK Wilayah XI Kementerian Kebudayaan RI melakukan pengukuran di Candi Jago, Desa Tumpang, Kecamatan Tumpang, Jumat lalu (25/10) BIYAN MUDZAKY HANINDITO/RADAR KANJURUHAN
WISATA BUDAYA: Tim dari BPK Wilayah XI Kementerian Kebudayaan RI melakukan pengukuran di Candi Jago, Desa Tumpang, Kecamatan Tumpang, Jumat lalu (25/10) BIYAN MUDZAKY HANINDITO/RADAR KANJURUHAN

TUMPANG - Tahun depan, Candi Jago di Desa Tumpang, Kecamatan Tumpang mulai direvitalisasi.

Diputuskan revitalisasi karena banyaknya bagian yang rusak, sehingga perlu diperbaiki.

Tim kerja pemugaran dari Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Kementerian Kebudayaan RI sudah berkunjung ke Candi Jago beberapa hari lalu.

Mereka melakukan pengukuran, kemudian mengamati setiap sudut.

Hasil pengukuran menentukan langkah perbaikan terhadap candi peninggalan kerajaan Singosari tersebut.

Koordinator Tim Kerja Pemugaran Candi Jago Ratna Ferdianti mengatakan, hasil yang sudah didapat selama sepekan tersebut ialah banyak bebatuan candi bagian luar yang sudah rusak.

Baik patah maupun rusak. Bebatuan luar itu biasa disebut sebagai batu kulit candi.

”Batu kulit yang di bawah itu banyak yang patah, di sisi utara. Lalu yang di puncak candi, batu isiannya juga sudah lepas,” kata dia.

Untuk bagian relief, Ratna menyebut, bagian pahatan relief tidak rusak.

Namun motif hias atau sulur di sisi gambar itulah yang sudah rusak.

Jika hanya bagian pinggir saja, pihaknya bisa menggantinya dengan batu polos. Dengan tentu menyesuaikan bentuknya.

Di banyak sisi juga didapati batu candi yang kian renggang.

Pihak BPK hanya tinggal membongkar pasang batuan itu saja.

Setidaknya, batuan di sana masih asli peninggalan zaman Raja Wisnuwardhana tanpa ada perubahan.

Pihaknya juga mengecek tanah di bawah atau fondasi candi.

Metodenya disebut test pit (membuat galian di pinggir candi).

Hal itu karena di sisi utara candi bagian bawahnya tampak seperti ambles ke bawah. Dari luar terlihat membentuk huruf V.

”Sejauh ini (fondasi) masih bagus, karena di bawahnya batu padas. Jadi, miring itu kemungkinan karena aktivitas warga terdahulu yang mencari peripih (kepingan emas tipis peninggalan zaman dulu),” ucap Ratna.

Ratna menambahkan, hasil pengamatan dan pengukuran tersebut masih akan dikaji kembali.

Hal itu terkait kebutuhan anggaran revitalisasi.

”Rencananya akan dikerjakan tahun depan. Perkiraan selesai antara dua sampai tiga tahun,” imbuh dia. (biy/dan)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#Revitalisasi #balai pelestarian kebudayaan #Tumpang #candi jago malang