KABUPATEN MALANG - Dua mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim (Maliki) asal Kalimantan Barat terseret arus saat berenang di Pantai Modangan, Desa Sumberoto, Kecamatan Donomulyo, Sabtu sore (9/11).
Tragisnya, setelah terseret ombak pantai Modangan Malang selatan, satu orang mahasiswa UIN Maliki meninggal.
Sedangkan, satu mahasiswi UIN Maliki Malang harus dirawat di rumah sakit usai diselamatkan dari ombak pantai Modangan.
Kedua korban terdata sama-sama berusia 18 tahun dan berasal dari Pontianak Kalimantan Barat.
Korban selamat adalah mahasiswi bernama Nurbi Adelingga.
Sementara, korban meninggal yaitu Muhammad Zacky Akbar.
Informasi yang diterima Jawa Pos Radar Malang, Nurbi merupakan mahasiswa program studi (prodi) Hukum Keluarga Islam.
Sedangkan Zacky menimba ilmu di prodi Sastra Inggris.
Plt Kapolsek Donomulyo Ipda Arief Karnawan menjelaskan, musibah itu terjadi pada pukul 16.15, tapi baru dilaporkan polisi pada pukul 18.30.
”Waktu itu, korban yang tergabung dalam rombongan Ikatan Mahasiswa Kalbar mengadakan malam keakraban di Pantai Modangan. Sekitar 20 orang masuk ke kawasan pantai pada pukul 13.00,” terang dia kemarin (10/11).
Rencananya kegiatan itu hanya berlangsung satu malam.
Minggu pagi mereka sudah pulang.
Tenda pun didirikan dan rombongan memulai acara awal sampai pukul 15.30.
Sesudah itu, dua korban bersama tiga teman yang lain berenang di pantai.
Selang 10 sampai 15 menit kemudian, kelima mahasiswa itu terseret ombak besar.
Tiga orang berhasil menyelamatkan diri ke tepi pantai.
Tapi tidak dengan Nurbi dan Zacky.
”Mahasiswa bernama Hanif dan Sahli sempat turun lagi ke air untuk menyelamatkan dua temannya itu,” terang Arief.
Nurbi dan Zacky akhirnya bisa dibawa ke pantai, tapi dalam kondisi tak sadarkan diri.
Mereka lantas minta bantuan warga untuk mendatangkan tim medis agar kedua korban bisa segera dibawa ke rumah sakit.
Sayang, Zacky meninggal dalam perjalanan menuju ke RS.
Kanit Reskrim Polsek Donomulyo Aipda Murbito mengatakan, korban yang selamat langsung dibawa ke RSUD Kanjuruhan untuk mendapatkan perawatan.
Sedangkan korban meninggal dibawa ke Instalasi Kedokteran Forensik (IKF) RSSA.
”Malamnya, pihak keluarga korban meninggal sudah datang ke RSSA,” tandasnya. (biy/fat)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana