Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Doa Bersama, Laporkan Progres Stadion Kanjuruhan

Bayu Mulya Putra • Senin, 25 November 2024 | 01:50 WIB
TAKKAN TERLUPA: Jajaran Forkopimda Kabupaten Malang mengundang ratusan keluarga korban tragedi Kanjuruhan untuk memanjatkan doa bersama, kemarin
TAKKAN TERLUPA: Jajaran Forkopimda Kabupaten Malang mengundang ratusan keluarga korban tragedi Kanjuruhan untuk memanjatkan doa bersama, kemarin

KABUPATEN - Ratusan keluarga korban tragedi Kanjuruhan berkumpul di Pendapa Kabupaten Malang, kemarin (23/11). 

Mereka memenuhi undangan dari Forkopimda Kabupaten Malang untuk bersama-sama memanjatkan doa. 

Di akhir kegiatan, ada pemberian santunan kepada keluarga korban. 

Selain itu juga ada sesi diskusi untuk mendengar aspirasi dari mereka.

Ada delapan keluarga korban yang meminta pendampingan pembelajaran alat berat. 

Selanjutnya ada sembilan keluarga korban yang meminta pendampingan wirausaha.

”Semua aspirasi sudah kami catat dan anggarkan, saat ini ditindak lanjuti oleh Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Malang,” ujar Plt Bupati Malang Didik Gatot Subroto. 

Didik mengaku Pemkab Malang turut bertanggung jawab atas kehidupan korban selamat dan keluarga korban tragedi Kanjuruhan. 

Mulai dari aspek pendidikan hingga pekerjaan. 

Didik juga menyebut momen itu menjadi sarana pemkab mempresentasikan perkembangan pembangunan Stadion Kanjuruhan. 

Dia menyebut, keluarga korban berhak tahu perkembangannya proses renovasi. 

Agar tidak ada salah paham di kemudian hari. 

Utamanya pembangunan museum di gate-13 dan monumen tragedi Kanjuruhan. 

Semua progresnya turut dilaporkan Didik dalam pertemuan kemarin. 

Terkait proses hukum yang diajukan keluarga korban, Didik mengaku Pemkab Malang bakal men-support sepenuhnya. 

Mulai dari restitusi maupun upaya hukum lain. 

”Kami bantu dengan menyampaikan situasi sebenarnya di lapangan,” lanjut Didik. 

Didik menambahkan, rencananya hari ini pihak Ombudsman bakal mengkaji secara mendalam proses hukum tragedi Kanjuruhan. 

Didik berharap kajian itu menemukan jawaban yang dapat melegakan semua pihak. 

Salah satu keluarga korban bernama Hari mengaku sudah ikhlas kehilangan anak laki-lakinya. 

Baginya, pemberian santunan saja tidak cukup. 

Dia ingin keadilan ditegakkan dengan proses hukum yang memuaskan. 

”Setidaknya dalang dari tragedi itu bisa diproses hukum secara adil,” harap dia. (aff/by)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#stadion kanjuruhan #Kabupaten Malang #Forkopimda Kabupaten Malang #Tragedei Kanjuruhan #doa bersama