Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Kabupaten Malang Hampir Setiap Hari Dilanda Bencana

Mahmudan • Minggu, 26 Januari 2025 | 01:10 WIB
DIDOMINASI LONGSOR: Personel dari BPBD Kabupaten Malang meninjau dan menangani longsor di jembatan Dusun Ngrambon, Kecamatan Karangploso kemarin. (BPBD KABUPATEN MALANG FOR RADAR KANJURUHAN)
DIDOMINASI LONGSOR: Personel dari BPBD Kabupaten Malang meninjau dan menangani longsor di jembatan Dusun Ngrambon, Kecamatan Karangploso kemarin. (BPBD KABUPATEN MALANG FOR RADAR KANJURUHAN)

KEPANJEN – Bencana kerap melanda di bulan Januari 2025.

Dalam kurun waktu 24 hari, 1-24 Januari 2025, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang mengungkap ada 20 kali bencana, 50 persen di antaranya berupa tanah longsor.

Jika dirata-rata, hampir setiap hari ada bencana.

”Dari 20 kali bencana, 10 kali di antaranya berupa longsor dan empat kali banjir. Kemudian pohon tumbang dan angin kencang, masing-masing tiga kali,” ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (KL) BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan kemarin (24/1).

Mengacu data tahun lalu, Januari 2024 juga kerap dilanda bencana.

Total ada 36 bencana dalam sebulan, delapan di antaranya berupa tanah longsor.

Namun angin kencang lebih banyak lagi, yakni 18 kali kejadian.

Tahun ini, longsor terbaru yang ditangani BPBD di Desa Girimoyo, Kecamatan Karangploso pada Kamis lalu (23/1).

”Plengsengan dan pembatas jembatan longsor,” sebut Sadono.

Diduga kejadian tersebut disebabkan karena hujan deras.

Guyuran air hujan mengakibatkan kerusakan jembatan dan pembatas sepanjang 5 meter dengan kedalaman 7 meter.

Sementara ini kawasan tersebut masih diberi garis polisi.

Penanganan kerusakan lebih lanjut dilakukan Dinas Pekerjaan Umum dan Sumber Daya Air (PU-SDA) Kabupaten Malang.

Sementara kejadian lain di Kecamatan Pagak, Pujon, Kasembon, Ngantang, Lawang, Tumpang, Singosari, dan Tirtoyudo.

”Masing masing terjadi sekali. Khusus bencana yang terjadi di Pagak, kejadian di Gunung Geger, Desa Sumberejo itu terjadi dua kali di lokasi yang sama,” kata Sadono.

Dari puluhan kali bencana tersebut, BPBD mendata, yang paling banyak longsor di kawasan perbukitan.

Ada yang di tepi jalan, ada juga di dekat permukiman warga.

”Rata minim vegetasi (tanaman). Jadi meningkatkan risiko longsor selama musim hujan ini,” tandas dia. (biy/dan)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#longsor #tanah longor #tanah longsor malang #bencana kabupaten malang