KARANGPLOSO - Sempat mengalami kenaikan harga saat Natal dan Tahun Baru (Nataru) beberapa waktu lalu, harga sayur-mayur, termasuk tomat kembali normal.
Hal itu membuat petani, tengkulak, maupun pembeli merasa lega.
Setidaknya itulah yang dirasakan David Pujianto, petani tomat yang memiliki lahan di Karangploso.
“Saat ini harga satu kilogram tomat berkisar Rp 5.000 sampai Rp 6.000,” ujarnya saat ditemui kemarin (30/1).
Menurutnya, harga tersebut termasuk normal.
Sebab, saat Nataru lalu mencapai Rp 15.000 sampai Rp 18.000 per kilogram.
Melonjaknya harga akibat tingginya permintaan saat Nataru.
“Kalau sedang hancur, bisa Rp 2.000 per kilo gram. Bahkan paling parah, bisa kurang dari Rp 1.000 per kilogram,” kata petani asal Kota Batu itu.
Hal itu terjadi saat panen raya pada Oktober 2024 lalu.
Saat itu, ketersediaan tomat sangat melimpah, sementara permintaan tidak mengalami lonjakan.
Akibatnya harga anjlok.
Dia menyebut, satu kotak berisi 60 kilogram dibeli dengan harga Rp 30.000 sampai Rp 40.000.
Tomat tersebut dipasarkan ke Pasar Sayur Karangploso.
Kemarin (30/1), dia membawa 10 kotak tomat.
Masing-masing kotak berisi 60 kilogram.
Sehingga jika ditotal dia membawa 6 kuintal.
Perawatan tomat pun cukup mudah.
Cukup dilakukan penyiraman setiap hari pada pagi atau sore.
Kemudian diberi pupuk, baik kimia maupun organik per dua minggu sekali untuk meningkatkan kesuburan tanah.
Tunas-tunas liar harus rutin dipangkas supaya energi tanaman fokus ke pertumbuhan buah.
Dia juga menggunakan pestisida atau insektisida jika ada serangan hama seperti ulat, kutu daun, atau lalat buah.
Untuk menghindari keburukan, dia melanjutkan, tanaman harus mendapatkan sirkulasi udara yang baik.
Ketika berusia 60-90 hari setelah tanam, tomat dapat dipanen.
Biasanya tomat akan mulai berubah warna dari hijau ke merah. (yun/dan)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana