Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Dua Hari, Jalur ke Wisata Bromo Longsor di 14 Titik

Fathoni Prakarsa Nanda • Rabu, 12 Februari 2025 | 19:05 WIB
AKSES TERTUTUP: Alat berat dikerahkan untuk memindahkan material longsor yang menutup jalan di Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, kemarin (11/2). (BPBD KABUPATEN MALANG FOR RADAR MALANG)
AKSES TERTUTUP: Alat berat dikerahkan untuk memindahkan material longsor yang menutup jalan di Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, kemarin (11/2). (BPBD KABUPATEN MALANG FOR RADAR MALANG)

KABUPATEN - Jalan di Desa Ngadas dan Desa Gubugklakah, Kecamatan Poncokusumo menuju kawasan wisata Gunung Bromo masih lumpuh hingga kemarin (11/2).

Longsor susulan terjadi secara beruntun di 11 titik.

Sehari sebelumnya (10/2) juga terjadi longsor di tiga titik yang menutup akses jalan.

Jika ditotal terdapat 14 titik longsor dengan rincian 9 longsor kecil dan 5 longsor menutup akses jalan.

Titik longsor baru yang paling parah berada di Jalan Wedi Ireng, Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo.

Tebing yang longsor memiliki ketinggian 20 meter dan lebar 20 meter.

Ketebalan material tanah yang menutup jalan mencapai tiga meter.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang memperkirakan tebing itu longsor pada pukul 02.30 ”Potensi longsor susulan sangat tinggi. Warga yang melintas harus waspada. Jangan sampai melintas di sana saat curah hujan sedang tinggi dan cuaca buruk,” ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan.

Proses pembersihan material tanah longsor dilakukan hampir seharian.

Sekitar pukul 17.00, seluruh titik longsor berhasil dibersihkan.

Pembersihan itu dilakukan petugas BPBD bersama Damkar Kabupaten Malang dan warga di sekitar lokasi kejadian.

”Saat ini jalan menuju Bromo sudah dapat dilewati seperti biasa,” imbuhnya.

Dia menambahkan, seluruh wilayah di Kabupaten Malang yang berada di pegunungan dan perbukitan memiliki status waspada saat cuaca buruk.

Sebab risiko tanah longsor dan pohon tumbang saat ini sangat tinggi.

Sebagai antisipasi, BPBD Kabupaten Malang bekerja sama dengan pengelola Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) sudah menyiagakan petugas di sekitar jalan yang rawan longsor.

Kerja sama juga dilakukan dengan pemerintah desa untuk mengimbau warganya agar mengurangi aktivitas di luar ruangan.

Apabila tidak ada keperluan mendesak, sebaiknya warga tidak melewati jalan yang rawan longsor.

”Untuk saat ini, jalan tetap dibuka karena merupakan akses utama warga sehari-hari. Kami tidak bisa menutup jalur tersebut meskipun memiliki risiko terjadi longsor susulan,” tandasnya. (aff/fat)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#jalur bromo #longsor #akses jalan ditutup #Kabupaten Malang #desa gubugklakah #kecamatan poncokusumo