Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Dua Rumah di Mulyoagung Rawan Terdampak Longsor Susulan

Fathoni Prakarsa Nanda • Sabtu, 22 Maret 2025 | 19:06 WIB
ANTISIpASI lONgSOR SUSUlAN: petugas BpBd Kabupaten Malang melakukan pemetaan lokasi longsor di perumahan graha Sengkaling, Kecamatan dau, kemarin. ( BPBD KABUPATEN MALANG FOR RADAR MALANG)
ANTISIpASI lONgSOR SUSUlAN: petugas BpBd Kabupaten Malang melakukan pemetaan lokasi longsor di perumahan graha Sengkaling, Kecamatan dau, kemarin. ( BPBD KABUPATEN MALANG FOR RADAR MALANG)

KABUPATEN Longsor di Jalan Kenanga, Perumahan Graha Sengkaling, Desa Mulyoagung, Kecamatan Dau, pada 20 Maret lalu mengancam enam rumah di dekatnya.

Assessment langsung dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang untuk memetakan titik rawan longsor susulan kemarin (21/3).

Hasilnya, dua di antara enam rumah yang paling rawan terdampak jika terjadi longsor susulan.

Berdasar keterangan warga sekitar, longsor terjadi pada 20 Maret 2025 sekitar pukul 19.00.

Mereka menduga longsor itu merupakan dampak dari hujan deras yang turun sebelumnya.

Lokasi longsor itu tepat berada di tepi aliran Sungai Brantas.

Tebing yang longsor memiliki panjang 25 meter dengan lebar tiga meter serta tinggi 80 meter.

Tidak hanya tanah, material longsor juga berupa rumpun pohon bambu juga.

Hingga kemarin material longsor itu belum dibersihkan.

Petugas lebih fokus menutup tebing yang longsor dengan terpal agar tidak terkena hujan dan mencegah longsor susulan.

“Kalau dibiarkan terbuka, risiko longsor susulan semakin besar,” ujar Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan.

Pihaknya memetakan titik lokasi berbahaya pada tebing longsor itu mengarah pada dua rumah milik warga.

Masing-masing rumah milik Wahyu dan Agung.

Dinding belakang rumah mereka hanya berjarak satu meter dari titik longsor.

Hingga kemarin dua rumah yang rawan tersebut tetap ditinggali penghuninya.

BPBD pun mengimbau agar mereka tidak beraktivitas di bagian belakang rumah dalam waktu lama.

Di dekat lokasi longsor juga terdapat empat rumah lain.

Namun risikonya lebih kecil karena jarak bangunan bangunan itu masih sekitar lima meter dari tebing yang longsor.

Untuk sementara, BPBD sudah menyalurkan berupa terpal saja.

Pembersihan material sebenarnya sudah dilakukan sebagian.

Tapi rumpun bambu di bagian dasar jurang sulit untuk dibersihkan.

Sebab kondisi tebing sangat curam dan tidak bisa diakses kecuali oleh alat berat.

“Rencananya longsoran akan kami bersihkan secara menyeluruh pada tanggal 23 Maret,” lanjut Sadono. (aff/fat)

Editor : A. Nugroho
#rumah terdampak #longsor #Mulyoagung #hujan deras #BPBD