Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Monumen Tragedi Kanjuruhan Malang Makin Tak Terawat

Mahmudan • Senin, 5 Mei 2025 | 16:55 WIB

BUTUH PERAWATAN: Monumen tragedi Kanjuruhan masih dikelilingi pagar seng, sehingga tidak bisa diakses oleh masyarakat umum kemarin (BIYAN MUDZAKY HANINDITO / RADAR KANJURUHAN).
BUTUH PERAWATAN: Monumen tragedi Kanjuruhan masih dikelilingi pagar seng, sehingga tidak bisa diakses oleh masyarakat umum kemarin (BIYAN MUDZAKY HANINDITO / RADAR KANJURUHAN).

KEPANJEN – Monumen tragedi Kanjuruhan di kompleks stadion di Desa Kedungpedaringan, Kecamatan Kepanjen tidak terawat.

Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Malang berjanji akan membersihkan, tapi untuk pembenahan diserahkan sepenuhnya ke kontraktor PT Waskita.

Pantauan Jawa Pos Radar Kanjuruhan kemarin (4/5), monumen untuk mengenang tragedi hilangnya 135 nyawa itu terlihat kumuh.

Baca Juga: Jelang Kembali ke Kanjuruhan, Arema FC Adakan Dialog Bersama Keluarga Korban Tragedi Kanjuruhan

Kolam yang mengelilingi bangunan pilar dipenuhi sampah daun kering dan patahan ranting pohon.

Lantai kolam juga berlumut, mengindikasikan tidak pernah dikunjungi orang.

Area monumen memang masih dikelilingi pagar, sehingga tidak ada yang bisa masuk.

Wartawan koran ini mengamati kondisi monumen dari celah pagar seng yang berlubang.

Sementara bagian pilar di sisi selatan terdapat beberapa bercak noda putih, menyerupai kotoran burung.

Baca Juga: Belum Ada Tanda-Tanda Museum dan Monumen Tragedi Kanjuruhan Bakal Beroperasi

Kepala Dispora Kabupaten Malang M. Hidayat membenarkan kondisi monumen tragedi Kanjuruhan yang kurang terawat.

Oleh karena, pihaknya berencana melakukan pembersihan dalam waktu dekat.

Menurut dia, monumen tragedi Kanjuruhan juga membutuhkan pembenahan.

Tapi, menurut dia, pembenahan menjadi tanggung jawab kementerian pekerjaan umum (Kemen-PU) dan PT Waskita.

“Karena masih dalam masa pemeliharaan sampai Desember 2025 depan. Oleh karena itu akan segera kami komunikasikan,” terang pejabat eselon II B Pemkab Malang itu.

Untuk diketahui, proyek revitalisasi Stadion Kanjuruhan beserta pembangunan monumen sudah rampung akhir tahun lalu.

Kemen-PU juga sudah menyerahkan pengelolaannya ke Pemkab Malang.

Baca Juga: YKTK Tanyakan Asuransi untuk Keluarga Korban Tragedi Kanjuruhan

Dalam Berita Acara Serah Terima Operasional (BASTO) saat penyerahan, Dayat mengatakan, peran KemenPU dan kontraktor penggarap dalam hal pembenahan.

“Ada klausul yang berbunyi pembenahan berkaitan dengan infrastruktur menjadi tanggung jawab Kemen-PU beserta mitranya, dalam hal ini Waskita,” kata dia.

Di pihak lain, Project Manager Waskita Vino Teguh Pramudia mengatakan, pihaknya sudah tidak ikut campur dalam hal pembenahan sarana, baik stadion maupun monumen tragedi Kanjuruhan.

Baca Juga: Pindah Tugas, AKBP Putu Titip Kawal Tragedi Kanjuruhan

“Sudah menjadi tanggung jawab Pemkab Malang. Pemeliharaan ditangani dispora karena sudah dilaksanakan kegiatan komersial di sana,” ujar dia ketika dikonfirmasi.

Disinggung mengenai klausul pembenahan tetap menjadi tanggung jawab mitra Kemen-PU, yakni PT Waskita dan masa pemeliharaan sampai Desember depan, Vino kembali menegaskan bahwa tanggung jawab dia berakhir sejak serah terima.

”Kami (Waskita dan Kemen-PU) sudah BASTO dengan dispora,” tandasnya. (biy/dan)

Editor : A. Nugroho
#revitalisasi stadion #Tragedi Kanjuruhan #Monumen Kanjuruhan #Pemkab Malang #malang #pt waskita #Dispora Malang