KALIPARE – Meski pandemi Covid-19 sudah berlalu sejak tiga tahun silam, Taman Suko di Desa Sukowilangun, Kecamatan Kalipare belum pulih. Bahkan sarana dan prasarana, termasuk wahana banyak yang rusak.
Untuk diketahui, taman suko dibuka pada 2014, namun baru diresmikan pada 2022. Destinasi yang menonjolkan pemandangan dan camping ground tersebut juga menyediakan wahana ramah anak, seperti kolam renang anak.
Wakil Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Sukowilangun Didit Efendi memaparkan, pada masa kejayaan sebelum 2022, dalam satu hari bisa dikunjungi 100 sampai 200 wisatawan. “Setelah itu pada 2022, bertepatan dengan Covid-19, akhirnya wisata di sini vakum,” kata dia.
Kala itu pengunjung dikenakan tarif masuk Rp 5 ribu. Harga tersebut termasuk parkir dan tiket masuk wisata. Tapi sejak pandemi, taman ditutup. Beberapa fasilitas rusak, seolah kurang perawatan.
Dalam pengamatan Jawa Pos Radar Kanjuruhan kemarin, sejumlah kursi dan gazebo berbahan kayu sudah lapuk. Bangku dengan berangka besi pun sudah berkarat. Juga kolam yang tidak lagi diisi air dan mengering.
Didit mengatakan, Pokdarwis sudah melakukan perbaikan sejak pekan lalu. Yang paling nyata terlihat ialah pembenahan panggung di sisi utara taman. Panggung tersebut berupa cor beton membentuk persegi panjang di samping deretan gazebo.
“Setelah itu, kursi-kursi yang sudah rusak akan diganti, lalu kolam renang ini kain terpalnya diganti dan diisi air,” kata dia.
Setelah perbaikan rampung, pihaknya bakal menggelar kesenian lokal seperti jaranan, dan tari topeng Malang. “Tampilnya di sini, latihannya juga diarahkan untuk di sini,” ucap dia.
Perbaikan tersebut menjadi langkah awal untuk mengadakan dialog terkait pengelolaan dengan Perhutani selaku pemilik lahan. Pihaknya bakal menggandeng Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) setempat untuk pengelolaan yang lebih optimal, sehingga desa memiliki pemasukan. (biy/dan)
Editor : A. Nugroho