Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Warga Pasang Pagar Penangkal Laka di Jalur Malang-Bromo

A. Nugroho • Minggu, 31 Agustus 2025 | 17:29 WIB

ANTISIPASI LAKA: Warga Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo bersantai setelah memasang pagar berbahan ban bekas di jalur Malang-Bromo beberapa waktu lalu.
ANTISIPASI LAKA: Warga Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo bersantai setelah memasang pagar berbahan ban bekas di jalur Malang-Bromo beberapa waktu lalu.

PONCOKUSUMO – Warga Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo punya cara tak biasa untuk mengantisipasi kecelakaan lalu lintas di jalur Malang-Bromo. Salah satunya menggunakan ban bekas di titik rawan.

 

Warga memasang pagar berbahan susunan bas bekas yang menyerupai jaring. Tujuan pemasangan ban bekas agar dapat menahan kendaraan yang hendak terperosok, sehingga tidak sampai masuk jurang. Total ada 125 unit ban bekas yang terpasang.

 

Pengadaan bas bekas tersebut berasal dari uang patungan warga. ”Total panjangnya (pagar berbahan ban bekas) 60 meter,” ujar Sapetono, warga Desa Ngadas yang terlibat pemasangan ban bekas tersebut. 

 

Sapetono mengungkapkan titik yang dipagari ban bekas tersebut sering terjadi kecelakaan lalu lintas. Pekan lalu, seorang warga membawa motor matic mengalami rem blong, sehingga kendaraan masuk jurang. 

 

Sebelumnya juga terjadi kecelakaan lalu lintas yang  melibatkan mobil wisatawan. Beberapa kasus laka tersebut disampaikan warga ke Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) untuk memasang pagar pelindung pada Selasa lalu (26/8). ”Kami meminta izin untuk memasang pagar dari ban bekas. Bagaimana pun juga, kawasan ini merupakan area kewenangan taman nasional,” ujar Sapetono.

 

Sapetono bersama beberapa pemuda desa, perwakilan TNBTS, dan Bromohilside memasang pagar tersebut. Pagar susunan ban bekas diikatkan pada dua pohon yang tertanam di jurang tersebut, sedangkan untuk bagian tengahnya diikatkan pada balok kayu untuk memperkuat tali. 

 

Sapetono menerangkan, pengikatan pagar tidak dibuat terlalu kencang. Harapannya setiap pengendara yang terjaring akan terpental kembali ke ruas jalan sehingga tidak menyebabkan luka parah. “Jadi pengendara sudah terjaring terlebih dahulu,” jelas mantan ketua pemuda Desa Ngadas itu.

 

Sebelumnya, 2024 lalu, dia bersama warga desa sudah memasang pagar serupa. Lokasinya tak jauh dari pagar baru tersebut. “Rencananya masih akan ada tiga titik lain yang akan kami pasang pagar serupa,” pungkas Sapetono. (yad/dan)

Editor : A. Nugroho
#kecelakaan lalu lintas #malang #poncokusumo #pagar #ban bekas