KEPANJEN – Kabupaten Malang bakal mempunyai gedung permanen untuk sekolah rakyat (SR). Lokasinya di Desa Srigonco, Kecamatan Bantur. Kepastian lokasi SR tersebut setelah Kementerian Sosial (Kemensos) meninjau dua lokasi lain, yakni Tumpang dan Turen. Rencananya, lelang proyek pembangunan gedung SR dimulai akhir September ini.
Hal itu disampaikan Wakil Bupati (Wabup) Malang Lathifah Shohib beberapa waktu lalu. “Kemarin (Selasa, 16/9) itu kami melakukan audiensi dengan kemensos dan KemenPU (Kementerian Pekerjaan Umum). Salah satunya membahas SR,” ujar Lathifah.
Dalam audiensi tersebut, terdapat beberapa poin yang disepakati. Termasuk lokasi SR diputuskan tetap di Srigonco, Kecamatan Bantur. Selain itu, dia melanjutkan, Surat Keputusan (SK) untuk SR di Srigonco akan segera diproses. Sehingga dalam 1-2 pekan ke depan dapat dilelang. “Kabupaten Malang masuk dalam prioritas pembangunan SR permanen. Dari 108 SR di Indonesia yang akan dibangun, Kabupaten Malang ada di urutan ke 45,” kata politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut.
Seperti diberitakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang sudah menyiapkan lahan seluas 9,8 hektare di Desa Srigonco, Kecamatan Batur. Dari luasan lahan tersebut, diperkirakan hanya 5,9 hektare yang terpakai. Lahan tersebut sebelumnya masih berupa perkebunan tebu. Namun kini sudah dibabat karena sewa dan masa panennya sudah tuntas. Anggaran pembangunannya ditaksir mencapai Rp 200 miliar.
Setelah dibangun, akan dibuka 36 rombongan belajar (rombel). Dengan rincian, 18 rombel untuk jenjang SD serta masing-masing sembilan rombel untuk jenjang SMP dan SMA. Setiap kelas terdiri atas tiga rombel. Masing-masing rombel berisi 25 siswa. Sehingga jika ditotal, akan ada 900 siswa di sekolah tersebut. Mereka harus terdaftar dalam desil 1-5 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). “Anak yang terdaftar di desil satu dan dua kami prioritaskan dulu. Jika ada sisa, baru desil tiga dan seterusnya,” ucap Lathifah.
Dengan dibangunnya SR, dia berharap, rantai kemiskinan dapat terputus. Utamanya di wilayah Malang bagian selatan. Sebab, melalui pendidikan yang layak, kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dapat meningkat. Dengan demikian, masyarakat mampu bersaing di dunia kerja. “Kalau kata Gus Ipul (Mensos RI), program SR dapat mengangkat orang yang tidak berdaya menjadi berdaya,” pungkasnya. (yun/dan).
Editor : A. Nugroho