KABUPATEN - Nasib nahas dialami Purwaji, 58, kemarin (4/10). Tukang servis pompa air asal Dusun Bandung, Desa Karangkates, Kecamatan Sumberpucung ditemukan tewas di sumur tetangga. Butuh waktu sekitar 40 menit untuk mengevakuasi jasad korban dari sumur dengan kedalaman 20 meter itu.
Peristiwa tersebut berasal pompa air milik Nurul, tetangga korban, rusak. Sekitar pukul 07.00 Nurul memanggil korban untuk diminta tolong memperbaiki pompa air yang biasa disebut Sanyo oleh warga desa. Nurul juga memberi sejumlah uang. Tujuannya agar korban langsung membeli jika ada bagian pompa air yang rusak.
Setelah jam kemudian, Nurul pamit keluar untuk mengantar undangan. Dengan demikian, korban memperbaiki pompa air sendirian, tanpa didampingi siapa pun di rumah Nurul. Apalagi pagi itu keluarga Nurul juga sedang bekerja, sehingga rumahnya kosong.
Lokasi sumur Nurul berada di samping rumah. Tapi pompa air berada di bagian dalam sumur. Sekitar pukul 08.45, Anita Rachman, tetangga Nurul mengaku mendengar suara benda terjatuh ke sumur. Kala itu dia tidak menduga bahwa yang jatuh tersebut adalah tukang pompa air.
Sekitar 15 menit kemudian, tepatnya pukul 09.00, Anita menghubungi Nurul. Anita meminta Nurul memeriksa sumur lantaran ada suara menyerupai benda jatuh. Setelah itu, Nurul memeriksa sumur namun tidak menemukan apa-apa. Juga tidak melihat Purwaji. Khawatir terjadi apa-apa, Nurul melapor ke polisi. ”Saya langsung lapor ke Polsek Sumberpucung pukul 09.00 karena Pak Purwaji tidak ditemukan di sekitar lokasi kejadian,” ujar Nurul.
Sekitar pukul 10.15 anggota Polsek Sumberpucung bersama tim Pemkab Malang tiba di lokasi. Yakni Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Malang. Mereka langsung memasang alat untuk mengevakuasi korban.
Butuh waktu 40 menit untuk menemukan jenazah korban lantaran sumur dalam keadaan keruh. Selain itu, air sumur penuh, sehingga berpengaruh pada proses tim untuk penyelamatan. Tim sempat kesulitan berenang ke dasar sumur karena diameternya yang sempit dan airnya yang membatasi jarak pandang. “Berdasar pemeriksaan singkat, diduga kuat korban jatuh karena terpeleset,” ujar Kapolsek Sumberpucung Iptu Alek seusai mengevakuasi jenazah Purwaji.
Sebab kondisi tanah di sekitar sumur memang becek. Selain itu, posisi mesin pompa air memang menjorok ke dalam sumur. Tidak ada tanda-tanda korban mengalami kekerasan. Penyebab kematiannya diduga akibat kehabisan oksigen saat tercebur ke dalam sumur. Indikasinya, tubuh korban tidak ditemukan luka lebam atau luka lain yang mencurigakan.
Setelah dievakuasi, jenazah korban dibawa ke rumah duka. Pihak keluarga menerima kejadian tersebut dengan ikhlas, sehingga tidak perlu otopsi. Jenazah langsung dikebumikan setelah diperiksa tim puskesmas. (aff/dan)
Editor : A. Nugroho