KABUPATEN – Persiapan menyambut momen Natal dan Tahun Baru (Nataru) mulai dilakukan. Sejumlah skema pengamanan mulai disusun petugas. Seperti Operasi Zebra Semeru 2025 yang bakal dimulai Senin mendatang (17/11).
Selama operasi berlangsung, penilangan bakal dilakukan secara manual dan digital menggunakan electronic traffic law enforcement (ETLE). Tilang manual diberlakukan kembali karena pelanggaran lalu lintas lintas masih cukup tinggi.
Meski sudah ada ETLE yang berjaga, namun jumlahnya belum merata untuk tiap daerah. Penambahan penindakan dengan tilang manual diperlukan untuk memaksimalkan kepatuhan pengguna jalan. Operasi tahunan itu memang dilakukan untuk meningkatkan ketertiban pengguna jalan.
Sebab, 90 persen kasus kecelakaan di Kabupaten Malang diawali dari pelanggaran lalu lintas pengendaranya. Seperti melawan arus, tidak memakai helm, hingga menggunakan ponsel saat berkendara. ”Meski ada tilang manual lagi, tetap kami ke depankan tindakan humanis,” ujar Wakapolres Malang Kompol Bayu Marfindo.
Prioritas dalam operasi itu adalah 40 persen preemtif atau pencegahan, dan 40 persen preventif atau mengurangi risiko. Baru 20 persennya menggunakan tilang manual dan ETLE. Sasaran pelanggaran yang jadi prioritas dalam operasi itu adalah pengendara yang melawan arus, tidak memakai helm atau sabuk keselamatan, hingga menggunakan ponsel saat berkendara.
Sementara itu, juga ada pengawasan untuk kendaraan yang tidak layak jalan hingga kendaraan over dimension over loading (ODOL). Mengingat Kabupaten Malang menjadi pusat transportasi sehingga jalannya dipenuhi truk-truk besar pengangkut bahan industri.
Kanit Turjawali Polres Malang Ipda Andi Agung memprediksi bakal ada lonjakan kendaraan di momen Nataru. Tiap tahun, kepadatan kendaraan terjadi hampir di se uruh sektor wisata di Kabupaten Malang. Paling banyak terjadi kemacetan di wilayah Kecamatan Pujon menuju wisata Santerra de Laponte dan Kecamatan Poncoku sumo menuju wisata Bromo.
”Kami juga akan mendirikan pos pelayanan dan pos pengamanan untuk pantauan di lapangan,” lanjut Andi. Untuk tahun ini, pihaknya belum bisa memastikan berapa pos yang akan dibangun. Sebab, keputusannya masih menunggu rapat koordinasi lintas sektor seperti dengan polisi dan dinas perhubungan untuk menentukannya. (aff/by)