Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Polres Malang Terapkan Tilang Manual saat Ops Zebra Semeru

A. Nugroho • Minggu, 16 November 2025 | 22:07 WIB
PERSIAPAN: Wakapolres Malang Kompol Bayu Marfindo (tengah) memimpin rapat koordinasi persiapan Operasi Zebra Semeru 2025, kemarin.
PERSIAPAN: Wakapolres Malang Kompol Bayu Marfindo (tengah) memimpin rapat koordinasi persiapan Operasi Zebra Semeru 2025, kemarin.

KABUPATEN – Persiapan menyam­but momen Natal dan Tahun Baru (Nataru) mulai dilakukan. Sejumlah skema pengamanan mulai disusun petugas. Seperti Operasi Zebra Semeru 2025 yang bakal dimulai Senin men­datang (17/11).

Selama operasi berlangsung, peni­langan bakal dilakukan secara manual dan digital menggunakan electronic traffic law enforcement (ETLE). Tilang manual diberlakukan kembali karena pelanggaran lalu lintas lintas masih cukup tinggi.

Meski sudah ada ETLE yang ber­jaga, namun jumlahnya belum merata untuk tiap daerah. Penam­bahan penindakan dengan tilang manual diperlukan untuk memak­simalkan kepatuhan pengguna jalan. Operasi tahunan itu memang dilakukan untuk meningkatkan ketertiban pengguna jalan.

Sebab, 90 persen kasus ke­celakaan di Kabupaten Ma­lang diawali dari pelanggaran lalu lintas pengendaranya. Seperti melawan arus, tidak memakai helm, hingga meng­gunakan ponsel saat ber­kendara. ”Meski ada tilang manual lagi, tetap kami ke­ depankan tindakan humanis,” ujar Wakapolres Malang Kompol Bayu Marfindo.

Prioritas dalam operasi itu adalah 40 persen preemtif atau pencegahan, dan 40 persen preventif atau me­ngurangi risiko. Baru 20 persennya menggunakan tilang manual dan ETLE. Sasaran pelanggaran yang jadi prioritas dalam operasi itu adalah pengendara yang melawan arus, tidak memakai helm atau sabuk keselamatan, hingga menggunakan ponsel saat berkendara.

Sementara itu, juga ada pengawasan untuk ken­daraan yang tidak layak jalan hingga kendaraan over dimension over loading (ODOL). Mengingat Kabupaten Ma­lang menjadi pusat trans­portasi sehingga jalannya dipenuhi truk-­truk besar pengangkut bahan industri.

Kanit Turjawali Polres Ma­lang Ipda Andi Agung mem­prediksi bakal ada lonjakan kendaraan di momen Nataru. Tiap tahun, kepadatan ken­daraan terjadi hampir di se­ uruh sektor wisata di Kabu­paten Malang. Paling banyak terjadi kemacetan di wilayah Kecamatan Pujon menuju wisata Santerra de Laponte dan Kecamatan Poncoku­ sumo menuju wisata Bromo.

”Kami juga akan mendi­rikan pos pelayanan dan pos pengamanan untuk pantauan di lapangan,” lanjut Andi. Untuk tahun ini, pihaknya belum bisa memastikan berapa pos yang akan diba­ngun. Sebab, keputusannya masih menunggu rapat ko­ordinasi lintas sektor seperti dengan polisi dan dinas perhubungan untuk menen­tukannya. (aff/by)

 
Editor : A. Nugroho
#tilang #manual #ketertiban #2025 #ops zebra