KEPANJEN - Meski sudah pernah ditambal, ruas Jalur Lingkar Barat (Jalibar) masih saja ada yang berlubang. Oleh karena itu, Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang kembali melakukan tambal sulam alias sapi lobang (salob).
Kepala Bidang Pemeliharaan DPUBM Kabupaten Malang Kurniawan Wijayanto mengatakan, sapu lobang di kawasan tersebut paling anyar dilakukan pada Kamis lalu (13/11).
Kegiatan salob tersebut dilakukan di jembatan Sungai Metro dan sisi selatannya. “Kami menutup lebih dari 10 lubang jalan saat itu,” kata dia.
Dia mengatakan, lubang-lubang yang tidak beraturan bentuknya itu tergolong dalam. Antara 3 sampai 7 sentimeter. Dengan kedalaman semacam itu, dia mengatakan, tak pelak kalau Jalibar dikategorikan sebagai jalan yang rawan terjadinya kecelakaan.
“Ini langkah pencegahan kami terhadap kecelakaan lalu lintas,” imbuh pria yang disapa Wawan itu.
Dalam catatan Jawa Pos Radar Kanjuruhan, penambalan lubang dengan aspal buton tersebut sudah dua kali dilakukan tahun ini. Pertama pada Juni 2025 lalu. DPUBM menambal mulai dari ujung pertigaan Talangagung sampai perempatan Bebek Kerto, sepanjang 3,5 kilometer di sisi bagian barat.
Yang terbaru pada 13 November lalu. Lubang aspal di Jalibar juga menjadi sorotan warganet. Salah satunya dari unggahan akun Instagram @kepanjen24jam pada Rabu (12/11) yang menunjukkan dua pemuda memasang ranting pohon dan menutup dengan karung 1 lubang besar di lajur kiri sisi selatan Jalibar.
Tapi, menurut Wawan, penambalan Jalibar dilakukan lebih dari itu. “Begitu ada laporan atau hasil pengamatan dari teman-teman (UPT) ada lubang yang membahayakan, segera kami tindak lanjuti,” tandas Wawan. (biy/dan)
Editor : A. Nugroho