Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

220 Siswa di Kabupaten Malang Hidupkan Lagi Permainan Tradisional

Mahmudan • Senin, 17 November 2025 | 16:00 WIB
TRADISIONAL: Siswa-siswi SD adu kecepatan dan kekompakan bermain bakiak di doom Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kemarin.
TRADISIONAL: Siswa-siswi SD adu kecepatan dan kekompakan bermain bakiak di doom Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kemarin.

KABUPATEN – Permainan tradisional sudah jarang dimainkan. Kini anak-anak lebih tertarik bermain menggunakan perangkat elektronik. Untuk menjaga eksistensi permainan tradisional, Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) wilayah XI Jawa Timur Kementerian Kebudayaan menggelar lomba permainan tradisional di dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), kemarin (16/11).

Permainan yang dilombakan meliputi bakiak dan eggrang. Pesertanya 220 pelajar putra maupun putri dari SD se-Kabupaten Malang. ”Namun untuk sekolahnya yang jaraknya dekat dengan UMM. Radius sekolahnya 10-20 kilometer,” ujar Staf BPK wilayah XI Jawa Timur Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) Firdaus Ardyansyah.

Menurut Firdaus, sesi lomba permainan tradisional termasuk dalam rangkaian kegiatan Wilwatikta Acarita tahun kedua. Sesi lomba itu bertujuan untuk mengenalkan permainan tradisional yang sekarang sudah jarang dimainkan anak-anak. ”Ini kami lombakan juga dengan mempertimbangkan kecepatan, kekompakan, dan regunya,” jelas dia.

Selain lomba, dia melanjutkan, ada rangkaian kegiatan lain yang digelar. Seperti seminar nasional, pameran yang diikuti 20 stan se-Jawa Timur, hingga panggung kebudayaan. Seluruh kegiatan sudah berlangsung di Malang pada 13-16 November 2025. Pihaknya berharap kegiatan yang diadakan bisa membangun kekompakan para pelajar.

Sementara itu, salah seorang guru, Anang Agung Wibisono mengungkapkan, lomba permainan tradisional cukup positif. Sebab permainan tradisional mulai terlupakan. ”Kami membawa 10 pelajar. Yang ikut lomba eggrang ada 4 pelajar, sementara 6 pelajar lainnya ikut lomba bakiak,” terang lelaki yang merupakan guru olahraga di SD Negeri Kalisongo 1 itu.

Meski sempat nervous, siswanya berhasil meraih juara 3 untuk eggrang dan juara 1 untuk bakiak. Anang menambahkan, di luar kegiatan pihak sekolah juga rutin mengenalkan permainan tradisional, seperti bentengan, kasti, dan gobak sodor. (mel/dan)

Editor : A. Nugroho
#BPK #Kabupaten Malang #Kemenbud #UMM