Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Warga Curungrejo Kabupaten Malang Ditemukan Mengambang di Sungai Brantas

Mahmudan • Rabu, 19 November 2025 | 21:20 WIB
SEMPAT DILAPORKAN HILANG: Aparat kepolisian menemukan jenazah mengapung di Sungai Brantas, perbatasan Desa Kedungpedaringan, Kecamatan Kepanjen dengan Desa Sukorejo, Gondanglegi.
SEMPAT DILAPORKAN HILANG: Aparat kepolisian menemukan jenazah mengapung di Sungai Brantas, perbatasan Desa Kedungpedaringan, Kecamatan Kepanjen dengan Desa Sukorejo, Gondanglegi.

KEPANJEN - Warga sekitar sungai Brantas di perbatasan Desa Kedungpendaringan, Kepanjen dengan Desa Sukorejo, Gondanglegi heboh penemuan jasad mengambang, Senin lalu (17/11). Setelah diidentifikasi, jenazah tersebut adalah Simin, 66, warga Curungrejo, Kepanjen. Dia dilaporkan hilang sejak Minggu lalu (16/11).

Kapolsek Kepanjen AKP Subijanto mengatakan, korban dilaporkan oleh keluarganya hilang pada 16 November lalu sekitar pukul 10.00. “Keluarga menyatakan bahwa korban sedang mengalami sakit. Tapi dia pergi dari rumah hari itu,” terang dia.

Artinya, keluarga sudah mencari ke sekeliling rumah di desa tersebut, tapi tidak temukan hasil. Sehingga dilaporkan ke Polsek Kepanjen. Namun akhirnya korban ditemukan pada Senin (17/11) pukul 17.00 dalam kondisi mengambang.

Subijanto mengatakan, jenazah Simin ditemukan oleh seorang pelayan restoran Ocean Garden bernama Reza Yahya, 27. Kala itu, pria asal Desa Sawahan, Kecamatan Turen tersebut sedang berada di depan restoran tempat ia bekerja dan menoleh ke arah timur. Di sana ia mendapati sesosok jenazah manusia terdampar di bantaran sungai sisi selatan, alias di sisi Kepanjen. “Karena penasaran, dia mendekat dan sempat tercium bau tidak sedap dari jenazah korban. Mendapati hal itu, Reza langsung melaporkan penemuan itu kepada BPBD dan polsek,” kata dia.

Awalnya, tidak didapati adanya identitas di tubuh korban. Tapi ketika dicek lebih lanjut di lokasi, polisi mendapati ciri-ciri bahwa korban adalah Simin. “Ciri-ciri itu berupa baju putih kecokelatan dan membawa kateter urin,” ujar mantan Kapolsek Poncokusumo tersebut. Tidak didapati luka tanda tindak pidana di tubuh korban. Keluarga juga tidak mau prosedur visum et repertum (VER) atau otopsi.

Penemuan jenazah di Sungai Brantas Kepanjen sudah dua kali terjadi dalam beberapa hari terakhir. Sebelumnya, Sutrisno, warga Penarukan, Kepanjen dinyatakan hilang terseret arus sungai saat mandi di sungai pada Sabtu siang (15/11). Jenazah korban juga ditemukan hari itu juga pada pukul 17.18 tak jauh dari lokasi tempat hilangnya korban. (biy/dan)

Editor : A. Nugroho
#KEPANJEN #korban #Kabupaten Malang #VER