KABUPATEN - Bencana tanah longsor terjadi di dua wilayah di Kecamatan Poncokusumo, Jumat lalu (21/11). Pertama terjadi di RT 5/RW 4, Desa Gubugklakah. Selanjutnya di RT 1/RW 1, Desa Poncokusumo.
Tiga rumah warga ambrol akibat tanah longsor di sana. Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan mengatakan, longsor pertama terjadi di RT 5. Lokasinya dekat dengan kebun warga.
Kejadiannya sekitar pukul 16.30. ”Saat kejadian, hujan turun dengan intensitas tinggi. Selanjutnya, genangan air terus menggerus plengsengan di sana,” jelasnya. Karena tidak kuat menahan beban, plengsengan pun longsor.
Rumah warga setempat pun terkena dampak. Tembok dapur milik warga bernama Paitu ikut ambrol. Di rumah tersebut, terdapat empat penghuni termasuk Paitu.
Satu lagi tembok toilet di rumah warga bernama Senedi juga ikut terdampak. Ada dua penghuni termasuk Senedi yang terdampak. ”Tidak ada korban jiwa dalam tanah longsor tersebut. Kerugian diperkirakan sekitar Rp 10 juta,” jelas Sadono.
Setelah terjadi longsor di RT 5, perangkat setempat segera melapor ke pihak terkait. Mereka juga menggelar kerja bakti bersama warga lain untuk membantu dua keluarga yang terdampak longsoran.
Longsor juga terjadi di RT 1 Desa Poncokusumo. Camat Poncokusumo Didik Agus Mulyono menjelaskan, longsor di sana terjadi sekitar pukul 17.30. Saat itu, hujan terpantau turun cukup lebat. Selanjutnya, aliran air hujan menggerus plengsengan hingga ambrol.
Di bagian bawah terdapat curah atau sungai yang hanya memiliki aliran air saat musim hujan. ”Plengsengan yang ambrol memiliki ukuran tinggi sekitar 12 meter dan panjang 15 meter,” terang Didik. Akibatnya, satu rumah milik warga ikut terdampak. Meski tidak ada korban jiwa, nilai kerugian diperkirakan mencapai Rp 100 juta.
Setelah kejadian longsor di sana, perangkat kecamatan segera meninjau lokasi. ”Kami juga menyalurkan tiga terpal untuk penanganan sementara,” pungkas Didik. (mel/by)
Editor : Aditya Novrian