Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Progres Penanaman Tebu Baru di Kabupaten Malang Mencapai 97 Persen

Galih R Prasetyo • Senin, 8 Desember 2025 | 17:58 WIB
PERCEPATAN SWASEMBADA GULA: Salah satu lahan tebu di Desa Pringu, Bululawang, Kabupaten Malang diharapkan terus produktif untuk mendukung produksi gula lokal.
PERCEPATAN SWASEMBADA GULA: Salah satu lahan tebu di Desa Pringu, Bululawang, Kabupaten Malang diharapkan terus produktif untuk mendukung produksi gula lokal.

KEPANJEN - Percepatan swasembada gula terus diupayakan pemerintah pusat. Termasuk di Kabupaten Malang. Pemerintah pusat memberi jatah bongkar ratoon atau penanaman kembali tebu yang dimulai pada awal November 2025 lalu.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Malang Avicenna Medisica Sani Putera menyampaikan, pada tahap pertama, Kabupaten Malang ditarget mampu menanam di 1.109,49 hektare lahan. ”Dari jumlah tersebut, petani kami sudah menanam di 1.071 hektare lahan. Sehingga progresnya 97 persen,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Dengan capaian tersebut, pihaknya segera mengusulkan penambahan bongkar ratoon. Satu tujuannya untuk memaksimalkan produksi tebu di wilayahnya. ”Ada rencana penambahan potensi lahan 350 hektare. Kalau bisa tahun ini kami usulkan, atau bisa juga tahun depan,” kata pejabat eselon II B Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang itu.

Sebagai informasi, bongkar ratoon yakni mengganti tanaman tebu lama dengan tanaman baru terus diupayakan. Sebab, rawat ratoon atau menggunakan tanaman lama untuk produksi hanya efektif dilakukan selama 5-6 tahun. Lebih dari jangka waktu tersebut, kualitas produksi tanaman tebu akan menurun.

Dia melihat, masyarakat menerapkan rawat ratoon sampai 10 tahun. Oleh karena itu, dilakukan bongkar ratoon untuk meningkatkan produktivitas. ”Dengan bongkar ratoon ini, kami memproyeksikan ada peningkatan produksi sebesar 3 persen atau 130.500 ton tebu,” ujar Avi.

Terdapat beberapa varietas tebu yang saat ini ditanam masyarakat. Namun yang paling populer, varietas Bululawang (BL) yang masak akhir dan pringu yang masak awal. Dua varietas tersebut juga dianggap sebagai unggulan di Kabupaten Malang. Namun, varietas yang ditanam pada akhir tahun ini yakni tebu BL. Tebu tersebut diproyeksikan akan panen pertengahan tahun 2026.

Dengan bertambahnya produksi tebu, diyakini membuat kesejahteraan petani akan semakin meningkat. Selain itu, Kabupaten Malang bisa berkontribusi dalam mendukung program swasembada gula. Avicenna memastikan, pihaknya akan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat, khususnya petani tebu supaya dapat meningkatkan produktivitasnya. (yun/gp).

Editor : A. Nugroho
#DTPHP #Pemkab #Kabupaten Malang #malang