DONOMULYO - Jembatan bailey di Jalan Hasanudin, Desa Donomulyo, Kecamatan Donomulyo mulai dipasang pada Minggu pagi (7/12). Butuh waktu dua pekan untuk merangkai jembatan besi bantuan dari Pemprov Jatim tersebut. Seperti diberitakan, jembatan asli di Jalan Hasanudin rusak karena bencana banjir besar pada 28 November 2024.
Fondasinya ambrol dan separo permukaan jembatan runtuh akibat terjangan air kala itu. Setelah bencana tersebut, jembatan tidak segera diperbaiki karena Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang sepakat untuk menanti bantuan jembatan bailey atau jembatan darurat dari Pemprov Jatim.
Sebelumnya, warga membuat jembatan darurat dari bambu dan kayu. Jembatan itu hanya bisa dilewati pejalan kaki dan kendaraan roda dua.
Setelah satu tahun menunggu, akhirnya ada titik terang. ”Minggu pagi (7/12) material jembatan bailey-nya datang dari Surabaya,” terang Kabid Pembangunan dan Peningkatan DPUBM Kabupaten Malang Anita Aulia Sari.
Dua truk pengangkut material jembatan tiba di Jalan Hasanudin sejak pukul 10.00. Namun demikian, rencana pemasangan jembatan darurat itu molor satu bulan dari rencana awalnya November lalu. Sejak material tiba, dua pekerjaan sudah dilangsungkan. Yaitu pengecoran beton untuk fondasi sekaligus pengelasan jembatan.
Estimasi sebelumnya, jembatan rangka baja tersebut akan memiliki ukuran panjang 20 meter dan lebar 5 meter. Itu sesuai dengan dimensi jembatan asli yang runtuh. ”Tapi untuk yang dirakit sekarang ada perubahan. Panjang jembatannya 24 meter dan lebarnya 4,2 meter,” imbuh Anita.
Diperkirakan, pemasangan jembatan baja tersebut akan rampung antara satu sampai dua pekan mendatang. Penggunaan jembatan bailey itu bersifat sementara. Sebab, masa pemakaian maksimalnya 15 tahun. Selama itu pula, DPUBM harus segera merencanakan dan melaksanakan pembangunan ulang jembatan. (biy/by)
Editor : A. Nugroho