Terapkan Kelas Bilingual pada 2026
MALANG KOTA – Pembelajaran kontekstual menjadi salah satu ciri khas yang terus dikembangkan SMPIT Insan Permata. Sekolah ini tidak hanya mengandalkan pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga menghadirkan pengalaman belajar langsung di tengah masyarakat.
Bahkan, mulai 2026, SMPIT Insan Permata berencana menerapkan konsep kelas bilingual sebagai bagian dari penguatan kompetensi siswa. Kepala SMPIT Insan Permata Hafidz Maulana menjelaskan, pembelajaran di luar kelas telah menjadi program rutin yang diminati siswa. Program tersebut dikemas dalam kegiatan adventure class yang disesuaikan dengan jenjang kelas. Melalui metode ini, siswa diajak belajar dari lingkungan sekitar secara langsung.
”Untuk kelas 7, kami masih fokus di dalam Kota Malang. Misalnya kunjungan ke TPA Supit Urang dan Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang,” ujar Hafidz. Sementara itu, siswa kelas 8 diajak keluar kota, seperti ke Yogyakarta, untuk mengenal budaya, sejarah, dan kehidupan sosial masyarakat setempat.
Berbeda dengan dua jenjang sebelumnya, siswa kelas 9 mendapatkan pengalaman belajar yang lebih luas. Mereka diajak mengikuti perjalanan ke luar negeri, seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand. Selain itu,terdapat pula tujuan dalam negeri seperti Bandung dan Lombok. Selama kegiatan tersebut, siswa dilatih merencanakan perjalanan secara mandiri, mulai dari pembelian tiket, pengaturan waktu, hingga penyusunan agenda kegiatan.
”Di perjalanan, mereka juga kami latih untuk berinteraksi dengan masyarakat, termasuk melakukan wawancara sederhana,” tambah Hafidz. Pendekatan ini bertujuan melatih kemandirian, komunikasi, serta kemampuan sosial siswa.
Selain adventure class, SMPIT Insan Permata juga memiliki program pembelajaran berbasis pengabdian masyarakat. Siswa diajak terlibat langsung dalam kegiatan sosial, seperti membersihkan musala di lingkungan sekitar, bakti sosial, dan aktivitas kemasyarakatan lainnya. Program ini diharapkan mampu menumbuhkan kepedulian dan empati sejak dini.
Program unggulan lain yang tetap dipertahankan adalah tahassus yakni hafal alquran 30 juz 3 tahun non boarding. Di sisi lain, sekolah juga tengah menyiapkan penerapan bilingual class. Pada tahap awal, konsep dua bahasa akan diterapkan secara bertahap pada beberapa mata pelajaran.
”Mulai dari hal-hal dasar, seperti sapaan, pengumuman, afirmasi, hingga penggunaan poster berbahasa Inggris di kelas,” jelas Hafidz. SMPIT Insan Permata pun telah membuka penerimaan peserta didik baru dengan kuota tiga kelas untuk tahun ajaran mendatang. (mel/adn)
Editor : A. Nugroho