Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Marak Pendaftar SNBP di Kabupaten Malang Terkendala Server

Mahmudan • Sabtu, 17 Januari 2026 | 06:10 WIB
Ilustrasi SNBP
Ilustrasi SNBP

KEPANJEN – Rangkaian Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP) dibuka sejak 5 Januari lalu. Dibuka dengan pengisian Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) untuk masing-masing sekolah. Lalu Senin (12/1) para siswa eligible (memenuhi syarat mendaftar) sudah mulai registrasi akun SNPMB.

Namun hingga kemarin (16/1), masih ada siswa yang belum bisa registrasi. Mereka kendala dari server pusat seperti keterlambatan email verifikasi atau server down saat diakses. Padahal registrasi akun SNBP bakal ditutup 18 Februari depan.

“Waktu registrasi masih panjang, tapi kami tetap mengimbau sekolah-sekolah untuk benar-benar memperhatikan timeline proses SNBP,” ujar Kepala Cabang Dinas (Cabdin) Pendidikan Wilayah Kabupaten Malang Dwi Anggraeni kemarin.

Apabila salah satu siswa tertinggal jadwal, kesempatan ikut SNBP langsung hangus. Sebab server yang disediakan skala nasional sehingga sulit mengurus kalau ada yang tertinggal jadwal.

Sesuai jadwal, pendaftaran SNBP mulai dibuka pada 3 Februari depan. Untuk itu sekolah-sekolah menargetkan siswanya bisa registrasi akun SNPMB paling lambat pekan ini. Sebab menghindari risiko gagal registrasi saat jadwal mepet.

Guru Bimbingan Konseling (BK) SMAN 1 Kepanjen Yuni Setyo Utami memaparkan, pihaknya langsung meminta siswa mencoba registrasi akun SNPMB pada hari pertama dibuka. Hasilnya banyak yang terpental dari server atau tidak kunjung menerima email verifikasi.

“Total tahun ini ada 205 siswa eligible di sekolah kami. Jadi harus dipantau satu-satu mulai minggu ini,” ujarnya.

Sebelumnya, Yuni mengaku juga sempat terkendala saat menyusun pemeringkatan siswa eligible. Sebab pihaknya baru pertama menggunakan e-rapor untuk mengisi PDSS. Untuk itu pihaknya mendapat tambahan kuota 5 persen lagi sehingga pengisian lebih panjang.

Di pihak lain, Kepala SMKN 1 Kepanjen Lasmono memilih rapor manual dalam pengisian PDSS. Itu karena pihaknya belum memiliki persiapan khusus mempelajari penggunaan e-rapor tahun ini.

“Kemarin anak-anak juga sudah mulai coba registrasi akun,” paparnya. Tahun ini SMKN 1 Kepanjen mendapat kuota 279 siswa eligible.(aff/dan)

Editor : Mahmudan
#SNBP #siswa #Pendidikan Malang