KEPANJEN – Cuaca ekstrem berupa angin kencang memicu rentetan kejadian pohon tumbang di Kabupaten Malang. Dalam kurun 25 hari terakhir, tercatat delapan peristiwa pohon tumbang yang mengakibatkan akses jalan terblokir hingga kerusakan bangunan.
Kejadian terbanyak terjadi pada Sabtu (24/1). Dalam satu hari, tiga pohon tumbang di lokasi berbeda. Dua di antaranya berada di Jalan Raya Kendalpayak, Kecamatan Pakisaji, dan Desa Kuwolu, Kecamatan Bululawang. Satu kejadian lainnya terjadi di wilayah selatan, tepatnya di Desa Kedungsalam, Kecamatan Donomulyo.
Di Kendalpayak dan Kuwolu, pohon trembesi tumbang sekitar pukul 12.30. Dampaknya berbeda di masing-masing lokasi. Di Kendalpayak, pohon hanya menutup separuh badan jalan dan langsung ditangani petugas kepolisian. Sementara di Bululawang, pohon menimpa sebuah mobil yang sedang terparkir.
”Yang di Kendalpayak hanya menutup separo jalan dan sudah ditangani kepolisian. Sementara di Bululawang ini menimpa kap mobil,” ujar Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan kepada Jawa Pos Radar Kanjuruhan kemarin.
Sementara itu, di Desa Kedungsalam, sebuah pohon kelapa setinggi sekitar 20 meter dengan diameter 70 sentimeter roboh pada pukul 09.30. Pohon tersebut menimpa dua rumah di RT 3 dan RT 4 RW 1 Dusun Krajan. Bagian dapur kedua rumah mengalami kerusakan. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
”Rumah dalam kondisi kosong karena pemiliknya sudah pindah,” imbuh Sadono. Sadono menjelaskan, delapan kejadian pohon tumbang dalam 25 hari terakhir mayoritas dipicu angin kencang.
Lima kejadian sebelumnya terjadi di Kecamatan Pujon, Singosari, Dampit, Poncokusumo, dan Kepanjen, yang umumnya disertai hujan lebat. Berbeda dengan kejadian Sabtu kemarin yang terjadi tanpa hujan sejak pagi.
Akibat rangkaian peristiwa tersebut, tercatat tiga bangunan mengalami kerusakan, yakni dua rumah di Donomulyo dan satu warung di Kecamatan Kepanjen. Sejumlah ruas jalan juga sempat terblokir, meski tidak menimbulkan kerusakan lanjutan.
BPBD Kabupaten Malang mengingatkan potensi cuaca buruk masih berlangsung hingga akhir Januari. Puncak musim hujan diperkirakan terjadi pada akhir bulan ini, kecuali di wilayah Sumbermanjing Wetan, Tirtoyudo, dan Ampelgading yang telah melewati puncaknya pada November–Desember 2025.
”Mengacu prakiraan BMKG, angin dominan dari barat dengan kecepatan hingga 32 knot akibat pola pertemuan angin di wilayah Jawa Timur,” jelas Sadono. Saat ini Kabupaten Malang juga masih berada dalam status Tanggap Darurat Waspada Bencana Hidrometeorologi yang berlaku sejak 1 November 2025 hingga 31 Maret 2026.
Baca Juga: BPBD Kabupaten Malang Salurkan 424 Paket Bantuan untuk Korban Angin Kencang
”Yang perlu diwaspadai banjir, longsor, dan angin kencang yang berpotensi menyebabkan pohon tumbang,” ujar Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Malang Zainuddin. Untuk mendukung kesiapsiagaan, BPBD menyiagakan enam pos bencana yang tersebar di sejumlah wilayah rawan. (biy/adn)
Editor : Aditya Novrian