Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Harga Garam Tunnel Terus Melejit, Tembus Rp 2.800 per Kg

Aditya Novrian • Minggu, 1 Februari 2026 | 14:30 WIB
TINGKATKAN KUALITAS: Seorang pekerja memanen garam yang diproduksi menggunakan sistem tunnel di Malang selatan beberapa waktu lalu. (DARMONO/ RADAR MALANG)
TINGKATKAN KUALITAS: Seorang pekerja memanen garam yang diproduksi menggunakan sistem tunnel di Malang selatan beberapa waktu lalu. (DARMONO/ RADAR MALANG)

KEPANJEN - Garam tunnel menjadi salah satu inovasi yang dikembangkan masyarakat Malang selatan demi meningkatkan perekonomian. Produksi garam menggunakan tunnel tersebut bisa dibilang menguntungkan dan sesuai untuk daerah di pesisir Kabupaten Malang.

Bupati Malang H M. Sanusi menyampaikan, produksi garam tersebut semakin berkembang. Utamanya dari segi harga. “Harganya yang sebelumnya Rp 1.800 per kilogram, saat ini menjadi Rp 2.800 per kilogram,” ucapnya di Pendapa Agung Kabupaten Malang.

Namun, harga tersebut tetap diupayakan terus meningkat. Salah satunya melalui hilirisasi produk untuk meningkatkan nilai tambah. Sebab, pasar garam ketika menjadi final product tersebut lebih menjanjikan. Harganya pun lebih baik.

Saat ini, garam tunnel sudah dikembangkan di tiga desa selain Desa Gajahrejo. Yakni Desa Sumberoto (Pantai Modangan), Tumpakrejo (Pantai Nganteb), dan Sidoasri (Pantai Perawan). Masing-masing dikelola oleh Kelompok Usaha Garam Rakyat (KUGAR) dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) setempat.

“Nantinya, garam tersebut bisa digunakan sebagai garam kosmetik. Karena kandungan NaCl (natrium klorida) tinggi,” kata Sanusi. Yakni sekitar 97,08 persen atau setara garam industri. Tingkat putihnya juga mencapai 72,8 persen. Jika diuji di laboratorium, dapat masuk kategori K1. Sehingga selain untuk kosmetik, garam tersebut berpotensi untuk diolah menjadi peruntukan lainnya. Seperti garam konsumsi dan farmasi.

Sebagai informasi, garam tunnel tersebut berbentuk seperti green house. Namun plastik yang menutup garam tunnel lebih tebal, yakni berukuran 5 mikron. Bagian dalamnya berisi air laut yang dialirkan langsung dari laut selatan. Pipanya berukuran sekitar 2 kilometer. Jika cuaca mendung atau suhu sekitar 27 derajat celsius, di dalam tunnel bisa mencapai 47 derajat celsius. Jika sedang panas, suhu bisa melebihi itu. Tunnel tersebut juga kedap air. Sehingga meskipun hujan, masih dapat berfungsi dengan baik.

“Hanya dengan lahan sekitar 4x21 meter, sudah dapat memproduksi minimal 600 kilogram garam per siklus atau 14 hari,” ujar Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Malang Victor Sembiring. Kualitas garamnya sangat bagus. Meskipun di Malang selatan banyak gunung kapur, kadar kalsium (Ca) maupun Magnesium (Mg) nihil. (yun/dan)

 

Disunting kembali oleh: Satya Eka Pangestu

Editor : Aditya Novrian
#harga garam #Kabupaten Malang #garam tunnel #petani garam