KEPANJEN – Tren penjualan mobil listrik tumbuh positif. Itu terlihat dari banyaknya pemasangan home charging. Data Perusahaan Listrik Negara (PLN) Kebonagung mengungkap, total ada 42 pelanggan yang mengajukan pemasangan home charging dengan daya rata-rata 7.700 kVa.
Di Kabupaten Malang, pengajuan pemasangan home charging didominasi kecamatan kepanjen. Pengguna mobil listrik memilih memasang mandiri charger mobilnya lantaran biaya lebih murah dan fleksibel. “Home charging menggunakan tarif listrik golongan L dengan tarif Rp 1.644,52/kWh,” ujar Manager PLN UP3 Malang Agung Wibowo kemarin.
Dia mengatakan, harga listrik pada home charging lebih murah dibanding dengan pengecasan di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Hanya saja waktu pengecasan pada home charging lebih lama karena tidak bisa dipasang mode fast charging.
Dia menambahkan, pemasangan home charging memang dikhususkan untuk pengguna mobil listrik. Sebab, dia melanjutkan, animo pengguna mobil ramah lingkungan di Kabupaten Malang tidak sebanyak di Kota Malang, sehingga pemasangan home charging masing terbilang sedikit. Namun melihat tren yang berkembang di masyarakat, Agung memprediksi permintaan pemasangan bakal terus bertambah.
Di pihak lain, Direktur PT Gatra Perdana Putra Yudi Irawan Wijaya memaparkan, segmen penjualan mobil listrik sangat meningkat. Terutama sepanjang 2025 lalu. Bahkan posisi penjualan mengalahkan mobil konvensional dan hybrid. “Kami menutup penjualan tahunan sampai 420 unit tahun lalu. Untuk pasar di Kabupaten Malang memang ada tapi belum setinggi animo di Kota Malang,” ujar Yudi.
Namun dibanding 2024 lalu, dia mengatakan, tahun ini sudah banyak peningkatan hingga 20 persen penjualan mobil listrik. Dia yakin peningkatan tersebut karena masyarakat mulai yakin menggunakan mobil listrik setelah mempertimbangkan kehematan yang ditawarkan.
Menurut Yudi, mobil listrik sangat cocok mengaspal di Kabupaten Malang karena letak geografis sangat luas. Dia menaksir ada selisih ratusan ribu rupiah antara mengoperasikan mobil listrik dibanding mobil konvensional. ”Itu menjadi investasi yang menarik bagi masyarakat Kabupaten Malang ketika bisa menghemat bahan bakar,” kata dia.(aff/dan)
Disunting kembali oleh: Satya Eka Pangestu
Editor : Aditya Novrian