Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Pemilihan Ketua KONI Kabupaten Malang Sempat Memanas, Darmadi Pasang Target Tinggi untuk Porprov

Aditya Novrian • Senin, 16 Februari 2026 | 15:08 WIB
SEMPAT MEMANAS: Darmadi (kanan) duduk bersama dua calon ketua KONI Kabupaten dalam proses pemilihan yang digelar Sabtu (14/2). Prokopim Kabupaten Malang.
SEMPAT MEMANAS: Darmadi (kanan) duduk bersama dua calon ketua KONI Kabupaten dalam proses pemilihan yang digelar Sabtu (14/2). Prokopim Kabupaten Malang.

KEPANJEN - Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub) Pemilihan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Malang berlangsung panas sebelum akhirnya menetapkan Darmadi sebagai ketua baru. Voting yang digelar Sabtu (14/2), menutup rangkaian proses pemilihan yang sempat diwarnai perdebatan antarpeserta.

Awalnya ada tiga kandidat yang maju, yakni Darmadi, Zia’ul Haq, dan Wakil Ketua Umum Pengprov Taekwondo Indonesia Jawa Timur Hendra Prastiyawan. Namun Hendra memilih mundur sebelum pemungutan suara sehingga persaingan menyisakan dua nama.

Ketegangan muncul saat forum membahas mekanisme pemungutan suara. Sebagian perwakilan cabang olahraga menghendaki voting terbuka, sementara kubu lain mengusulkan voting tertutup. Perdebatan sempat memanas hingga rapat diskors sementara untuk meredakan situasi. Setelah forum kembali kondusif, peserta sepakat menggunakan sistem voting tertutup.

Dalam pemungutan suara tersebut, Darmadi yang diusung 41 cabang olahraga meraih 40 suara. Sementara Zia memperoleh 19 suara. Hasil itu sekaligus mengakhiri dinamika musyawarah dan menetapkan Darmadi sebagai Ketua KONI Kabupaten Malang.

”Saya akan memperbaiki kinerja KONI sehingga tidak ada lagi hal-hal yang terjadi seperti periode sebelumnya,” ujar Darmadi seusai penetapan. Ia menyebut pembenahan organisasi dan peningkatan pembinaan atlet menjadi fokus utama kepengurusannya.

Pemilihan ketua baru digelar setelah ketua sebelumnya, Rosyidin, mengundurkan diri pada 20 Desember 2025 meski masa jabatannya seharusnya berakhir pada 2028. Kekosongan kepemimpinan itu mendorong KONI Kabupaten Malang mempercepat pelaksanaan musyawarah luar biasa.

Menurut Darmadi, pembinaan atlet akan diperkuat melalui sistem berjenjang dengan dukungan pendanaan yang lebih terukur. Target jangka menengah yang dipasang adalah meningkatkan posisi Kabupaten Malang pada ajang Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur (Porprov).

”Dengan pembinaan atlet secara berjenjang dan berkelanjutan menggunakan pendanaan yang memadai serta perubahan sistem iklim di KONI, kami menarget dua besar di Porprov Jawa Timur bisa terealisasi,” pungkasnya. (yun/adn)

 Baca Juga: Muatan dan Kompetensi TKA Matematika yang Perlu Diketahui Siswa SMA/SMK/Sederajat

Disunting ulang oleh Marsha Nathaniela

 

Editor : Aditya Novrian
#KONI #pemilihan ketua koni