PAKISAJI – Dua pendidikan menjadi sasaran kejahatan. Tepatnya aksi pencurian. Senin lalu (6/4), SMPN 1 Pakisaji di Jalan Cerme, Desa Kendalpayak, Pakisaji menjadi korban pembobolan. Diduga pelakunya dua orang.
Kasus pembobolan tersebut viral di media sosial. Hal itu diketahui dari unggahan akun instagram @infomalangan. Unggahan pada Selasa (7/4) malam itu menunjukkan rekaman CCTV ketika pelaku beraksi di salah ruangan. Wajah pelaku sempat terlihat, kemudian pelaku lainnya memutar kamera CCTV agar aksinya tidak terekam.
Kepala SMPN 1 Pakisaji Musni Yuliastuti tidak berkomentar banyak mengenai beredarnya aksi pencurian di sekolah tersebut.
“Sudah dilaporkan ke Polsek Pakisaji. Silakan ke sana,” kata Yuliastuti saat dikonfirmasi kemarin.
Terpisah, Kapolsek Pakisaji AKP Sunarko Rusbianto menjelaskan bahwa pembobolan tersebut terjadi pada Senin (6/4) sekitar pukul 01.30 dini hari. Pelaku memanfaatkan kelengahan tim security sekolah yang pada saat kejadian sedang berjaga di area depan.
Dari hasil penyelidikan sementara, diketahui bahwa pelaku berjumlah dua orang dan masuk dari belakang sekolah. Sebagian besar aksi mereka terekam kamera-kamera CCTV.
“Mereka berdua lompat pagar, kemudian masuk ke ruang guru dan Tata Usaha (TU). Cara mereka masuk ke dalam ruangan ialah dengan mencongkel jendela pakai besi,” terang Sunarko.
Di ruang guru, lanjutnya, kedua maling tidak mendapati apa-apa. Tapi di ruang TU, maling berhasil menggasak sejumlah barang.
“Ada ponsel merek Realme yang digunakan untuk absen, lalu dua amplop berisi uang. Yang satu uang amal siswa isi Rp 100 ribu dan untuk keperluan guru Rp 200 ribu. Total Rp 300 ribu untuk uangnya,” sebut dia.
Dua maling tersebut juga sempat membuka brankas besar. Tapi karena tidak ada isinya, ditinggal di area belakang sekolah. Bila ditotal, kerugian material diperkirakan mencapai Rp 1.350.000. Tapi belakangan didapati bahwa setelah video rekaman CCTV itu viral, pelaku sedang dalam pelarian.
Sunarko menegaskan bahwa pengejaran sedang dilakukan.
“Identitas terduga pelaku sudah kami dapatkan. Kami segera tangkap yang bersangkutan,” tandas mantan Kapolsek Pakis tersebut. (biy/dan)
Editor : Mahmudan