Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Panasi Rawon, Warung di Malang Ikut Gosong

Biyan Mudzaky Hanindito • Rabu, 15 April 2026 | 13:08 WIB
MUSIBAH: Aparat kepolisian bersama TNI memeriksa warung di Desa Sumbersekar, Kecamatan Dau yang kebakaran.
MUSIBAH: Aparat kepolisian bersama TNI memeriksa warung di Desa Sumbersekar, Kecamatan Dau yang kebakaran.

 

DAU – Hujan masih mengguyur, namun sering terjadi kebakaran. Dalam waktu sehari saja, Senin lalu (13/4), Bumi Kanjuruhan dilanda dua kali kebakaran. Kerugian material akibat amukan si jago merah ditaksir mencapai Rp 58 juta.

Kebakaran pertama sekitar pukul 12.30. Lokasinya di Dusun Putukrejo, Desa Wadung, Kecamatan Pakisaji. Kobaran api menghanguskan gudang penyimpanan bibit jagung milik Deky, 50.

Komandan Peleton (Danton) Damkar Satpol PP Kabupaten Malang Andik Minarko menjelaskan, api berasal dari tungku pemanas bibit jagung berukuran 1,2 x 5 meter. Dia menceritakan, tungku tersebut telah dinyalakan sejak pukul 10.00 oleh pekerja.

Blower tungku dinyalakan pukul 10.00, kemungkinan setelah itu ditinggal oleh pekerja. Perlahan-lahan api membesar,” ujar Andik kemarin (14/4).

Pemilik baru mengetahui kobaran api sekitar pukul 13.00. Mereka langsung menghubungi tim damkar Kabupaten Malang. Setelah menerima laporan, penjinak kobaran api itu menerjunkan 2 unit armada ke lokasi kejadian.

Tim bersama armada tiba di lokasi pukul 13.35. Mereka bergegas memadamkan si jago merah dan api dinyatakan padam pada pukul 15.40. Diketahui karena yang terbakar adalah bibit jagung, berikut kayu-kayu membuat api sempat tidak terkendali dan menyulitkan pemadaman.

Tim harus menyemprot air dari dua arah. Pertama, naik ke atas tungku yang dilapisi beton itu, satu lagi lewat pintu tungku depan.

”Total kerugian materi dari peristiwa itu mencapai Rp 50 juta,” kata dia.

Sembilan jam kemudian, tepatnya pada pukul 21.30, tim damkar kembali menerima laporan kebakaran. Kali ini di warung soto barokah milik Iswanto, 67, di Dusun Banjartengah, Desa Sumbersekar, Kecamatan Dau.

Andik mengatakan, api berasal dari dapur warung. Penyebab kebakaran tidak lain adalah pemilik yang lupa mematikan kompor. “Sekitar pukul 20.00 pemilik warung pulang ke rumah, dia lupa bahwa masih ada kompor yang nyala untuk memanaskan sisa menu dagangan,” kata Andik. Kebakaran pun terjadi, dan Iswanto baru mengetahui warungnya terbakar setelah tetangga memberi tahunya pada pukul 22.00.

Terpisah, Kapolsek Dau AKP Hari Eko Utomo mengatakan, saat pemilik warung akan pulang, masih ada rawon dalam panci yang dipanaskan.

 “Waktu itu, kompor masih menyala biru di dapur. Dalam sekejap, kobaran api muncul dan dengan cepat merambat, menjilati dinding warung dan menghanguskan beberapa barang di dalamnya,” kata dia.

Pukul 22.45, Damkar tiga di lokasi. Tapi di saat yang sama, warga sudah bergotong royong memadamkan api pakai selang air dari rumah sekitar warung. Pukul 22.50 api berhasil dipadamkan. Kerugian materi mencapai Rp 3 juta. (biy/dan)

Editor : Mahmudan
#Kriminal Malang #kebakaran #Bencana malang