BULULAWANG, RADAR MALANG – Pabrik Gula (PG) Krebet Baru resmi membuka musim giling 2026, Jumat (1/5). Tahun ini, PG Krebet Baru menargetkan penggilingan 21 juta kuintal tebu dengan rendemen 7,67 persen. Dari target tersebut, produksi gula diproyeksikan tembus sekitar 161 ribu ton.
Seremoni buka giling ditandai penyerahan tebu petani kepada managemen PG Krebet Baru, lalu dilanjutkan peninjauan ke area produksi untuk memastikan kesiapan operasional. Langkah ini menjadi awal upaya peningkatan produksi di tengah kebutuhan gula nasional yang masih belum terpenuhi.
Deputi Bidang Koordinasi Tata Niaga dan Distribusi Pangan Kemenko Pangan RI Tatang Yuliono menyebut, tambahan produksi dari pabrik gula sangat krusial. “Total produksi di Indonesia itu 2,6 juta ton gula, sedangkan kebutuhan kami ada 3 juta ton. Sehingga masih kurang 400 ribu ton,” ujarnya.
Menurut Tatang, peningkatan kapasitas seperti yang dilakukan PG Krebet Baru menjadi sinyal positif menuju swasembada. Meski begitu, tantangan eksternal masih membayangi, salah satunya kenaikan harga plastik akibat kondisi geopolitik. “Kami sedang mencari solusi. Pemerintah akan berupaya memotong bea masuk dan sebagainya supaya bisa mengurangi cost dari plastiknya,” imbuhnya.
Bupati Malang H M. Sanusi menegaskan, peran negara tetap dibutuhkan, terutama melalui revitalisasi pabrik dan penguatan teknologi budidaya tebu. “Teknologi tanam juga harus disesuaikan. Sehingga tebu bisa menghasilkan gula yang cukup,” katanya.
Direktur Utama PT PG Rajawali I Daniyanto menambahkan, peningkatan rendemen dilakukan lewat pembinaan petani, bantuan penyediaan varietas bibit unggul serta dukungan sarana seperti blotong gratis untuk pupuk organik. Ia juga menekankan pentingnya pembayaran tepat waktu.
“Ketika tebu diserahkan, pembayaran tidak boleh terlambat,” tegasnya. (yun/adn).
Editor : A. Nugroho