KEPANJEN, RADAR MALANG – Perbaikan Jalan Lingkar Barat (Jalibar) Kepanjen, Kabupaten Malang, belum terealisasi hingga awal Mei 2026. Padahal, ruas tersebut semula masuk program penanganan triwulan pertama tahun ini oleh Pemkab Malang.
Pantauan di lapangan, Minggu (3/5), kondisi jalan masih berlubang dan berpotensi membahayakan pengguna. Kerusakan terlihat di jalur dari arah Blitar menuju Malang, sekitar satu kilometer dari simpang tiga Gunung Kawi, Talangagung.
Sedikitnya ada sekitar 10 titik lubang dengan kedalaman rata-rata 2 sentimeter dan lebar bervariasi. Sebagian lubang berada dalam satu hamparan, sementara lainnya tersebar beberapa meter. Beberapa titik telah diberi tanda cat putih sebagai penanda. Kondisi ini membuat pengendara, khususnya roda dua, harus memperlambat laju kendaraan.
Baca Juga: Lubang Jalan di Jalibar Kepanjen Kabupaten Malang Mulai Ditambal
Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang sebelumnya merencanakan rehabilitasi Jalibar dalam paket pekerjaan 11 ruas jalan dengan total anggaran sekitar Rp 63,5 miliar.
Kepala Bidang Pemeliharaan DPUBM Kabupaten Malang, Kurniawan Wijayanto, menjelaskan penanganan Jalibar berupa overlay aspal pada segmen tertentu.
“Pada perencanaan awal, penanganan dimulai di STA 2+900 hingga 3+700 di sisi kanan dari arah Pos Polisi Jalibar, dengan panjang sekitar 1.800 meter,” ujarnya.
Kebutuhan anggaran untuk ruas tersebut diperkirakan mencapai Rp 2 miliar. Namun, hingga kini proyek belum memasuki tahap pelaksanaan.
Menurut dia, proses masih dalam tahap peninjauan ulang di bidang perencanaan. Hal itu dipicu penyesuaian harga material, terutama aspal dan bahan bakar minyak (BBM).
Baca Juga: Jalan Rusak di Jalibar Segera Diperbaiki, Perbaikan Sepanjang 1,8 Kilometer Dilakukan Tahun Ini
“Saat ini masih dalam tahap review karena ada perubahan harga aspal dan BBM. Kami akan sampaikan perkembangan selanjutnya,” kata Wawan, sapaan akrabnya.
Kenaikan harga material berdampak pada penyusunan ulang rencana kegiatan. Akibatnya, target pelaksanaan yang semula dijadwalkan pada triwulan pertama harus bergeser dan belum dapat dipastikan waktunya.
Editor : Aditya Novrian