KEPANJEN – Anda tak akan kesulitan mencari hewan kurban di Bumi Kanjuruhan. Sebab, persediaan melimpah. Data Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Malang mengungkap hampir 100 ribu ekor hewan kurban. Padahal kebutuhan hanya sekitar 30 ribu ekor. Lokasinya tersebar di pasar hewan, kelompok peternak, dan lapak tepi jalan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner DPKH Kabupaten Malang Lusia Endah Sukesi mengatakan, total stok hewan kurban tahun ini mencapai 99.877 ekor.
“Populasi sapi di Kabupaten Malang saat ini ada 20.084 ekor, kambing 75.752 ekor, dan domba 4.041 ekor,” ujarnya beberapa waktu lalu. Sedangkan, permintaan sapi tahun ini 4.642 ekor, kambing atau domba mencapai 24.756 ekor.
Demi memastikan kesehatan hewan kurban, pihaknya melakukan pemeriksaan kesehatan secara intens. Pemeriksaan dilakukan sejak H-2 Lebaran. Tujuannya untuk mengantisipasi sekaligus mengendalikan penyakit menular pada hewan ternak. Seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Lumpy Skin Disease (LSD) atau penyakit seperti cacar, hingga antraks.
“Kami melakukan pemeriksaan hewan kurban ke pasar hewan dan lapak penjualan secara merata,” kata dia.
Kurang lebih ada 57 lapak hewan kurban dan 16 pasar hewan di Kabupaten Malang. Sampai dengan saat ini, belum ditemukan hewan kurban yang terindikasi penyakit menular berbahaya.
Ketersediaan hewan kurban salah satunya ada di Kelompok Tani Hutan Rakyat (KTHR) Rukun Amanah, Desa Sukodadi, Kecamatan Wagir. Tahun ini, kelompok tersebut menyediakan sekitar 290 ekor hewan ternak.
“Persediaan sapi tahun ini menurun. Tahun lalu kami menyediakan 200 ekor, tetapi tahun ini 120 ekor. Sedangkan untuk kambing ada 60-70 ekor dan domba 100 ekor. Kambing dan domba hampir sama dengan tahun lalu,” ucap Admin KTHR Rukun Amanah Esthi Wahyu.
Permintaan hewan kurban tersebut mulai ada sejak akhir April 2026 lalu. Namun, biasanya calon pembeli masih melakukan penjajakan harga. Sedangkan puncak penjualan hewan kurban biasanya 1-2 pekan sebelum hari raya.(yun/dan).
Editor : Mahmudan