Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Heboh, Ini Penyebab Bocah 14 Tahun Tenggelam di Embung Babadan Malang

Biyan Mudzaky Hanindito • Selasa, 2 Juni 2026 | 16:29 WIB
Evakuasi bocah yang meninggal akibat tenggelam di embung.
Evakuasi bocah yang meninggal akibat tenggelam di embung.

 

NGAJUM - Suka menjadi duka. Itulah yang terjadi di embung Desa Babadan, Kecamatan Ngajum, Minggu sore (31/5). Bocah 14 tahun yang sebelumnya asyik bermain sambil memancing, kemudian tenggelam di embung.

Kapolsek Ngajum AKP Bagus Wijanarko menjelaskan, korban diketahui bernama Romadon, warga Desa Permanu, Kecamatan Pakisaji, Korban berada di lokasi bersama kedua temannya sekitar pukul 12.00. Mulanya mereka bermain sambil memancing di embung. Satu jam kemudian, tepatnya pukul 13.00, Romadon berenang sementara kedua temannya tetap berada di tepi embung.

Kedua temannya tidak mengetahui bahwa korban tidak bisa berenang. Keduanya baru menyadari korban tidak bisa berenang setelah meminta tolong. Ketika berusaha menolong, kedua temannya sempat menggenggam tangan korban. Akan tetapi, mereka tidak kuat karena badan lebih kecil dibandingkan korban.

“Korban juga sudah tidak kuat, akhirnya tenggelam,” ujar Bagus kemarin.

Setelah itu, dia melanjutkan, penampakan Romadon tak terlihat selama beberapa menit.

Informasi yang dihimpun, embung tersebut memiliki titik kedalaman yang berbeda-beda. Titik korban tenggelam diperkirakan memiliki kedalaman 10 meter.

Menyadari tak bisa menolong korban, kedua temannya meminta tolong ke beberapa warga yang sedang memancing di lokasi. Salah satu di antara mereka kemudian melaporkan kejadian tersebut ke perangkat desa Babadan untuk diteruskan ke Polsek Ngajum.

Sekitar pukul 15.00, polisi tiba bersama TNI. Juga ada tim dari PMI Kabupaten Malang dan beberapa relawan lainnya. Mereka lantas melakukan penyisiran dari tepi embung sampai titik tempat korban hilang.

Kemudian sekitar pukul 16.45, Romadon ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa. “Tidak ada luka-luka ditemukan di tubuh korban,” ujar Bagus.

Jenazah langsung dibawa ke rumah duka di Desa Permanu, Kecamatan Pakisaji. Setelah itu dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) desa setempat. Keluarga menolak dilakukan visum maupun otopsi terhadap jenazah korban.(biy/dan)

 

Editor : Mahmudan
#Bocah Malang tenggelam #kasuistika #malang hari ini