Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Warga Kasembon Tewas Terpanggang Gara-Gara Pemanas Bambu Meledak

A. Nugroho • Minggu, 13 Juli 2025 | 16:52 WIB
DISELIDIKI POLISI: Petugas dari Polsek Kasembon bersama sejumlah warga menyaksikan lokasi meledaknya tungku pemanas bambu di Desa Kasembon, Kabupaten Malang, kemarin pagi.
DISELIDIKI POLISI: Petugas dari Polsek Kasembon bersama sejumlah warga menyaksikan lokasi meledaknya tungku pemanas bambu di Desa Kasembon, Kabupaten Malang, kemarin pagi.

MALANG - Tungku steam uap milik PT Dua Bambu Semesta, di Desa Kasembon, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang memakan korban jiwa, kemarin (12/7). Dugaan sementara, tungku pemanas bambu itu meledak karena panas yang berlebihan. Satu pekerja bernama Sugeng Harianto, 57, warga Dusun Kasembon meninggal terpanggang.

Kecelakaan kerja itu bermula saat korban mulai memanaskan tungku untuk steam up bambu sekitar pukul 05.00. Saat itu masih ada Abdul Kholiq, rekan korban yang selesai jaga malam. Selang setengah jam berikutnya, teman korban pulang meninggalkan korban sendirian di pabrik.

”Sekitar pukul 07.00, teman korban mendengar ledakan yang sangat keras dari pabrik,” ujar Kapolsek Kasembon AKP Daguk Lasetio Budi. Kebetulan, rumah teman korban tidak jauh dari pabrik. Saat teman korban mengecek sumber ledakan, korban sudah ditemukan tergeletak dengan kondisi sekujur tubuh menghitam.

Posisi tubuh korban terlempar hingga dua meter dari tungku steam up. Separo bangunan pabrik semi permanen itu juga ikut hancur terkena ledakan. Selang 15 menit kemudian, Polsek Kasembon datang untuk melakukan olah TKP.

”Kami masih mendalami penyebab pasti meledaknya tungku itu,” lanjut mantan Kapolsek Ngantang tersebut. Termasuk menyelidiki terkait prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di PT Dua Bambu Semesta. Penyelidikan kini dilanjutkan Satreskrim Polres Batu.

Di tempat lain, Kasat Reskrim Polres Batu Iptu Joko Suprianto menuturkan bahwa ukuran tungku yang meledak memiliki panjang dua meter dan lebar dua meter. Saat ini pihaknya masih meminta keterangan lebih lanjut dari PT Dua Bambu Semesta. Utamanya terkait prosedur keselamatan kerja, fasilitas yang ada di pabrik, hingga perizinan perusahaan.

”Ada sekitar 10 orang yang bekerja di pabrik itu setiap harinya,” ujar Joko. Saat kejadian, hanya beberapa pekerja yang sudah datang karena jam masuknya pukul 08.00. Bangunan pabrik yang roboh berukuran sekitar 10 x 20 meter. (aff/by)

Editor : A. Nugroho
#Meledak #Kasembon #malang #bambu #Tewas