Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

RSSA Berencana Bangun Unit Wakaf Center

Aditya Novrian • Selasa, 16 Januari 2024 | 14:05 WIB

KEBERSAMAAN: Ketua badan Wakaf Indonesia Mohammad Nuh (tengah) bersama dengan pimpinan RSSA dan perwakilan FK UB setelah acara pengajian eksklusif, Sabtu (13/1). (RSSA for Radar Malang)
KEBERSAMAAN: Ketua badan Wakaf Indonesia Mohammad Nuh (tengah) bersama dengan pimpinan RSSA dan perwakilan FK UB setelah acara pengajian eksklusif, Sabtu (13/1). (RSSA for Radar Malang)

Segera Resmikan Grand Pavilliun, Layanan Rasa Bintang Lima

MALANG KOTA - Demi kebermanfaatan dengan sesama, Rumah Sakit Dr Saiful Anwar (RSSA) berencana membangun unit Wakaf Center. Rencana itu tercetus setelah acara Pengajian Eksklusif di Lobby Gedung Manajemen Terpadu pada Sabtu malam (13/1).

Keseriusan RSSA tersebut ditunjukkan dengan mengundang Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) Prof Dr Ir KH Mohammad Nuh sebagai pemateri utama. Direktur RSSA Dr dr Mochammad Bachtiar Budianto mengatakan, Wakaf Center akan memberi ruang kepada semua pihak untuk saling berbagi kebaikan.

”Rencananya akan kami buat unit khusus di RSSA untuk mengorganisasi wakaf secara profesional,” kata dia.

Dengan akreditasi RSSA sebagai RSUD kelas A, potensi sumber daya manusia bisa diberdayakan. Termasuk dalam hal kesejahteraan bersama. Mengingat selama ini semua karyawan sudah melakukan sedekah wakaf. Tetapi, masih dilakukan secara masing-masing atau melalui wadah yang lain.

Hasil dari wakaf pegawai RSSA yang terkumpul akan dikembalikan lagi kepada yang membutuhkan. Bisa dalam bentuk uang, sembako, hingga beasiswa pendidikan. Bachtiar juga tak membatasi unit wakaf yang dibuat hanya untuk karyawan RSSA. Masyarakat umum pun bisa mengakses layanan tersebut.

BERI MANFAAT: Direktur RSSA Dr dr Mochammad Bachtiar Budianto (kiri) memberikan wakaf tunai sebesar Rp 50 juta kepada Yayasan Sabilillah. (RSSA for Radar Malang)
BERI MANFAAT: Direktur RSSA Dr dr Mochammad Bachtiar Budianto (kiri) memberikan wakaf tunai sebesar Rp 50 juta kepada Yayasan Sabilillah. (RSSA for Radar Malang)

Bachtiar menerangkan, jika seluruh pegawai RSSA menerapkan prinsip ABC. Yakni Akhlak, Berkompeten, dan Cekatan dalam menangani pasien dan masyarakat. Total pegawai di RSSA saat ini mencapai 3.500 orang yang terdiri karyawan hingga dokter.

Tak hanya SDM yang unggul, layanan terhadap pasien juga diperhatikan. RSSA kini memiliki layanan Grand Paviliun. Yakni layanan bintang lima untuk kesembuhan pasien.

”Kami selalu memberikan layanan yang prima kepada pasien. Karena itulah kami berinovasi untuk kebaikan bersama,” ungkap Bachtiar.

SAMBUTAN: Ketua Dewan Pengawas RSSA Prof Dr H Mas’ud Said memberikan pesan tentang pentingnya sedekah wakaf bagi karyawan. (RSSA for Radar Malang)
SAMBUTAN: Ketua Dewan Pengawas RSSA Prof Dr H Mas’ud Said memberikan pesan tentang pentingnya sedekah wakaf bagi karyawan. (RSSA for Radar Malang)

Tak hanya itu, inovasi layanan lain adalah pembangunan Gedung Rehabilitasi Medik Terpadu dan Manajemen. Fasilitas yang baru diresmikan November 2023 lalu itu telah mengakomodasi kebutuhan layanan pasien yang hendak terapi. Ada pun fasilitas di gedung tersebut antara lain Ruang Terapi Whole Body Training (WBT), Ruang Terapi Cognitive Training, Ruang Terapi Okupasi Dewasa, Ruang Terapi Wicara Dewasa, Ruang Terapi Gymnasium Anak, dan Ruang Terapi Modalitas.

Ketua Dewan Pengawas RSSA Prof Dr H Mas’ud Said mengatakan, sebuah RS harus bisa menjawab tantangan  zaman.

”Tantangan saat ini adalah riset untuk berkompetensi dengan yang lain, termasuk memberikan nilai kepada masyarakat,” ucapnya.

Maka dari itu, Mas’ud berharap RSSA bisa terus berinovasi dalam hal layanan kepada masyarakat. Untuk langkah pertama, RSSA memberikan wakaf sebesar Rp 50 juta kepada Yayasan Sabilillah.

GEDUNG BARU: Tampak gedung Grand Paviliun RSSA yang baru saja dibangun. (Darmono/Radar Malang)
GEDUNG BARU: Tampak gedung Grand Paviliun RSSA yang baru saja dibangun. (Darmono/Radar Malang)

Sementara itu, Mohammad Nuh yang menjadi pemateri mengapresiasi inovasi yang dilakukan RSSA. Menurutnya, fasilitas kesehatan harus mulai mengenalkan era baru. Yakni dengan menjadikan wakaf sebagai lifestyle dalam peningkatan mutu layanan.

”Kalau zakat itu wajib dan pribadi, sementara wakaf itu sedekah yang prinsipnya kebersamaan,” katanya.

LAYANAN PRIMA: Bed pasien di Grand Paviliun disiapkan RSSA untuk memberikan layanan yang optimal. (Darmono/Radar Malang)
LAYANAN PRIMA: Bed pasien di Grand Paviliun disiapkan RSSA untuk memberikan layanan yang optimal. (Darmono/Radar Malang)

Dia juga tidak mengharuskan sedekah wakaf dalam jumlah yang langsung banyak. Perlu memupuk kebiasaan wakaf terlebih dahulu.

”Coba terapkan tiada hari tanpa wakaf, minimal setiap hari jumat saja,” ujarnya.

Ketua Dewan Pers periode 2019-2022 itu berpesan hasil wakaf bisa difokuskan untuk tiga hal. Yakni santunan anak yatim, antar jemput pasien gratis, dan laundry gratis. Tiga manfaat itu bisa menjadi bukti nantinya hasil dari sedekah wakaf bisa digunakan untuk kebermanfaatan sesama. (pri/adn)

Editor : Aditya Novrian
#wakaf #malang #prima #RSSA #Layanan