Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Berikut Manfaat Black Garlic yang Jarang Diketahui. Salah Satunya Bisa untuk Diet

Aditya Novrian • Selasa, 28 Mei 2024 | 21:16 WIB

Black garlic. (Pinterest)
Black garlic. (Pinterest)

RADAR MALANG - Beberapa waktu lalu, sempat ramai tren mengonsumsi bawang hitam atau black garlic, yang sejatinya adalah bawang putih hasil fermentasi. Bawang hitam dihasilkan melalui fermentasi, menggunakan bawang putih yang segar difermentasi selama 30 hingga 90 hari lamanya di suhu 60 sampai 77 derajat celsius.

Proses fermentasi tersebut menghasilkan bawang hitam yang kenyal, dengan rasa asam, serta bau yang menusuk hidung khas bawang putih umumnya juga sudah tidak menyengat. Tidak hanya dari penampilan dan rasa, bawang hitam juga memiliki lebih banyak manfaat dari bawang putih biasa yang umumnya dikonsumsi sebagai bumbu masakan.

Dikutip dari International Journal of Food Properties, manfaat bawang hitam disebabkan oleh kandungan bioaktif berupa antioksidan, antibakteri, serta antiinflamasi yang tinggi. Kandungan bioaktif tersebut diperoleh oleh adanya berbagai senyawa organosulfur dihasilkan ketika proses fermentasi.

Selain itu, bawang hitam juga bersifat anti-obesitas karena kemampuannya dalam mengontrol lemak peritoneal dan epididymal yang membuat berat badan dapat terkontrol. Hasilnya, dengan mengonsumsi 0,2-1,5 persen bawang hitam dari jumlah asupan makanan ketika diet, dapat mengurangi lemak epididymal secara signifikan.

Tidak hanya pada obesitas, bawang hitam juga memiliki dampak baik dalam mencegah diabetes dengan kandungan organosulfur yang menstimulasi sel beta untuk meningkatkan sekresi insulin. Begitu pula dengan antioksidan yang terkandung dalam bawang hitam, seperti flavonoid, asam fenolik, serta asam amino yang mampu menetralisir radikal bebas.

Kandungan antiinflamasi berupa pyruvate, 2-linoleoylglycerol, dan 5-hydroxymethylfurfural, yang ada pada bawang hitam juga mampu mengurangi peradangan pada organ dalam tubuh. Bawang hitam juga memiliki sifat hiperlipidemia dan hiperkolesterolemia, yang dapat mengurangi kadar trigliserida dan kadar kolesterol yang ada pada tubuh secara signifikan.

Kadar kolesterol jahat juga dapat berkurang karena kandungan HDL atau kolesterol baik yang tinggi dapat mensekresi kolesterol jahat dalam pembuluh darah. Bawang hitam juga memiliki manfaat mengurangi risiko penyakit kronis seperti darah tinggi serta penyakit liver dengan membantu fungsi metabolisme lipid pada tubuh.

Bahkan, terdapat juga efek kemo preventif, memungkinkan bawang hitam memiliki manfaat untuk mencegah perkembangan sel kanker dalam tubuh, juga mencegah pembentukan tumor.

Dengan berbagai manfaat tersebut, tidak heran mengapa bawang hitam sempat ramai diperbincangkan, belum lagi harganya yang cukup mahal, rupanya sebanding dengan manfaat yang ditawarkan. (Hilmy Aksyam Dhafi)

Editor : Aditya Novrian
#Kesehatan #Diet