Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Yang Jarang Minum Air Putih Ayo Tobat! 1.283 Orang Kabupaten Malang Menderita Gagal Ginjal

Mahmudan • Rabu, 28 Agustus 2024 | 01:00 WIB
Dinkes Kabupaten Malang Tekan Penyakit  Gagak Ginjal.
Dinkes Kabupaten Malang Tekan Penyakit Gagak Ginjal.

KEPANJEN - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang mengungkap, tahun lalu tercatat 1.283 orang terkena gagal ginjal. 

Tahun ini bisa bertambah jika pola konsumsi gula tidak terkendali.

Sub Koordinator Penyakit Tidak Menular (PTM) Dinkes Kabupaten Malang Paulus Gatot Kushariyanto mengatakan, gagal ginjal bisa menyerang siapa saja. Mulai anakanak hingga lansia.

“Umumnya memang menyerang lansia yang punya riwayat hipertensi dan diabetes,” ucapnya beberapa waktu lalu.

Dia menyebut ada dua jenis gagal ginjal.

Yakni gagal ginjal akut dan kronis. Gagal ginjal akut terjadi ketika ada penurunan fungsi ginjal.

Biasanya terjadi dalam kurun waktu dua hari hingga sepekan, kemudian kondisi kembali normal.

Gejalanya seperti lemas dan mudah lelah.

Sedangkan gagal ginjal kronis disertai komorbid.

Seperti diabetes, hipertensi, atau lupus.

Penyakit itu terjadi karena ada sumbatan dari batu ginjal atau batu kemih. Sehingga urine tidak lancar, bahkan tersumbat.

Di Kabupaten Malang, dia mengatakan, umumnya penderita gagal ginjal kronis akibat hipertensi dan diabetes yang tidak terkendali.

Dua penyakit tersebut karena gaya hidup yang tidak sehat.

“Seperti konsumsi gula atau garam berlebihan dan tidak diimbangi dengan olahraga,” katanya.

Sementara Plt Kepala Dinkes Kabupaten Malang dr Nur Syamsu Dhuha mengatakan, konsumsi gula ideal untuk orang dewasa berkisar 50 gram per hari.

Itu setara empat sendok makan.

Namun gula tersebut tidak termasuk karbohidrat yang masuk ke dalam tubuh.

“Nasi itu di dalam tubuh diolah, kemudian menjadi glukosa (gula) dan menjadi sumber energi. Makanya, makan nasi terlalu banyak juga bisa membuat glukosa semakin tinggi,” kata Syamsu.

Karena itu, dia menyebutkan, pemenuhan gizi seimbang sangat diperlukan untuk mencegah diabetes maupun hipertensi yang berujung gagal ginjal.

Baik untuk anak-anak maupun orang dewasa.

Salah satunya melalui penerapan porsi makan isi piring. Yakni sepertiga makanan pokok (nasi atau penggantinya), sepertiga sayuran, serta sepertiga buahbuahan dan lauk-pauk.

Syamsu mengatakan, gagal ginjal perlu dicegah sejak anakanak.

Sebab, salah satu rumah sakit besar di Jakarta menangani puluhan anak menjalani cuci darah karena gagal ginjal.

“Kalau di Kabupaten Malang, menurut informasi dari rumah sakit, belum ditemukan pasien anak-anak,” ucapnya.

Pencegahannya bisa dilakukan melalui berbagai cara.

Salah satunya melalui edukasi anak-anak agar tidak jajan sembarangan saat sekolah.

Sebab, biasanya jajanan tidak bergizi banyak ditemukan di sekitar sekolah.

Beberapa ciri-ciri jajanan yang perlu dihindari yakni memiliki warna makanan atau minuman mencolok.

Sedangkan dari rasa, jika terlalu manis juga sebaiknya dihindari.

Kemudian makanan kemasan yang tahan lama hingga melebihi satu atau dua tahun perlu diwaspadai.

Dikhawatirkan, produk tersebut menggunakan banyak bahan pengawet.

Pengaruh yang ditimbulkan akibat makanan tersebut memang tidak langsung terasa.

Namun ketika beranjak remaja atau dewasa, dikhawatirkan dapat menimbulkan berbagai penyakit.

Seperti diabetes dan hipertensi yang dapat berakibat pada gagal ginjal. (yun/dan)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#Penyakit Tidak Menular (PTM) #dinkes kabupaten malang #gagal ginjal