Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Kunjungan ke Malang, Menkes Janjikan Alkes Baru untuk RSSA

Fathoni Prakarsa Nanda • Sabtu, 23 November 2024 | 18:33 WIB

 

LIHAT LANGSUNG: Menteri Kesehatan  Budi Gunadi Sadikin (dua dari kiri) meninjau peralatan magnetic Resonance Imaging di RSUD dr Saiful Anwar kemarin (22/11).
LIHAT LANGSUNG: Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (dua dari kiri) meninjau peralatan magnetic Resonance Imaging di RSUD dr Saiful Anwar kemarin (22/11).

MALANG KOTA – Kunjungan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin ke RSUD dr Saiful Anwar kemarin (22/11) membawa kabar gembira.

Rumah sakit yang berada di Jalan Jaksa Agung Suprapto itu akan mendapatkan bantuan alat kesehatan tahun depan.

Mulai dari peralatan untuk penanganan penyakit jantung hingga MRI (Magnetic Resonance Imaging). Menkes juga sempat meninjau beberapa alat kesehatan yang sudah dimiliki RSSA.

Di antaranya, MRI 3 Tesla bantuan dari APBN tahun 2015 dan MRI 1,5 Tesla yang dibeli menggunakan dana APBN tahun 2019.

Sayangnya MRI 1,5 Tesla mengalami kerusakan. Menurut Budi, tahun depan pihaknya akan membagikan alkes ke 514 RSUD di kabupaten atau kota.

“Selain itu ada 34 RSUD di tingkat provinsi. Salah satu nya RSSA,” ucapnya.

Sebelum membagikan alkes, pihaknya ingin melakukan pengecekan terhadap kondisi rumah sakit. Terutama ke siapan tenaga kesehatan.

Budi tak ingin alkes yang disalurkan tidak di gunakan secara optimal karena tenaga kesehatan yang mengoperasikan tidak ada.

”Alhamdulillah di sini program studinya banyak, dokternya juga banyak, sehingga saat kami salurkan mudah mudahan alat bisa digunakan secara maksimal,” imbuh dia.

Budi juga berharap MRI 1,5 Tesla yang dalam kondisi rusak bisa diperbaiki.

Baca Juga: Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Embah Sari Tingatkan LIterasi Siswa

Dengan demikian anggaran negara bisa dialihkan untuk pengadaan alat lain.

Misal nya alat yang bisa mengecek kanker dan immunohistochemistry atau alat untuk mengidentifikasi ikatan antigen yang biasa digunakan dokter patologi anatomi.

Kemudian beberapa set alat untuk bedah jantung.

Seperti rotablator atau alat untuk mengikis plak yang menyebabkan penyempitan pembuluh darah koroner.

Sebenarnya RSSA sudah memiliki immunohisto chemistry, tapi masih manual.

Agar pasien lebih cepat ditangani, perlu alat yang lebih canggih lagi.

Budi melihat selama ini banyak kasus yang berkaitan dengan jantung.

Apalagi angka pasien yang meninggal dunia karena penyakit jantung juga tinggi.

“Karena itu, set alat bedah jantung penting. Mulai alat untuk bypass hingga alat untuk menangani bayi yang mengalami penyakit jantung bawaan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Instalasi Radiologi RSSA dr Agung Setyawan SpRad SubSpRI (K) menjelaskan bahwa Menkes mengapresiasi penggunaan dua alat MRI.

Terutama MRI 3 Tesla. Meski sudah diguna kan selama delapan tahun, tapi masih awet. Hanya saja, MRI 1,5 Tesla memang mengalami kerusakan, sehingga RSSA membutuhkan MRI baru. Apalagi pasien MRI di RSSA memang banyak.

“Dalam satu hari kami bisa melayani hingga 30 pasien mulai pagi sampai malam,” terangnya.

Untuk pasien rawat jalan, antrean MRI bisa sampai dua bulan. Berbeda dengan rawat inap yang memang di prioritaskan.

“Kalau yang rawat jalan, misalnya ada pasien daftar sekarang, mereka baru bisa MRI Januari,” jelasnya. (mel/fat)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#RSUD Dr Saiful Anwar (RSSA) #Kota Malang #alat keseharan #Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin