MALANG KOTA – Penderita penyakit kusta atau lepra masih ditemukan di Kota Pendidikan.
Dalam sebulan terakhir, tercatat ada empat orang yang mengidap penyakit tersebut.
Seluruhnya mendapat penanganan di RSUD dr Saiful Anwar (RSSA).
Spesialis penyakit kulit dan kelamin RSSA Dr dr Dhelya Widasmara SpDVE Subsp DT MMRS mengatakan, temuan ini menunjukkan bahwa masih banyak kasus kusta di masyarakat.
Bahkan, tingkat kunjungan pemeriksaan kusta memperlihatkan adanya kenaikan.
Dari data yang dihimpun poli kulit RSSA pada tahun 2020-2022, ada sekitar 70-90an kunjungan.
”Lalu untuk tahun 2024 ada 189 kunjungan.
Sementara dari tanggal 1 Januari sampai 22 Januari sudah ada 13 kunjungan,” kata Dhelya.
Untuk itu, Dhelya mengimbau masyarakat agar waspada terhadap gejala kusta.
Seperti bercak putih atau kemerahan di kulit yang tidak merasakan rasa.
Kemudian mati rasa pada beberapa bagian tubuh, lesi yang berwarna keputihan dan menebal seiring waktu, hingga kerontokan rambut pada alis dan bulu mata.
Dari beberapa gejala tersebut, Dhelya menyebut pasien kusta umumnya mengalami mati rasa pada kulit.
”Selain itu, lesi atau bercak pada kulit yang tidak terasa sakit dan ada juga yang datang dengan keluhan kerontokan pada alis,” jelasnya.
Dhelya melanjutkan, pada kusta tidak terdapat perjalanan penyakit.
Namun, pasien yang datang ke RSSA biasanya berobat karena efek samping dari pengobatan kusta.
Baca Juga: 2.001 Orang di Kabupaten Malang Mengidap Penyakit Gondongan
Ada pula pasien yang dirujuk untuk menegakkan diagnosis.
Penegakan diagnosis dilakukan melalui slit skin smear atau pemeriksaan yang diperoleh lewat irisan dan kerokan kecil pada kulit seperti di cuping telinga.
Namun, belum semua fasilitas kesehatan bisa melakukan tindakan slit skin smear. (mel/adn)
Editor : Aditya Novrian