MALANG KOTA - Risiko pasca-operasi varises semakin berkurang.
Sebab, saat ini sudah ada metode operasi Endovenous Microwave Ablation (EVMA) atau teknik mikrowave.
Salah satu yang sudah menerapkan metode operasi itu yakni Rumah Sakit (RS) Lavalette.
Mikrowave adalah metode operasi varises menggunakan energi gelombang elektromagnetik untuk menghancurkan vena yang bermasalah.
Menurut spesialis bedah vaskular endovaskular RS Lavalette dr Kresna Agung Prabowo SpB Subsp BVE (K), lewat metode itu, risiko pendarahan semakin kecil.
”Sebab tidak ada sayatan yang dilakukan saat operasi,” kata Kresna.
Operasi dilakukan dengan cara memasukkan infus ke bagian tubuh.
Selanjutnya akan masuk serat optik yang menghantarkan sumber panas.
Selain risiko pendarahan yang semakin kecil, teknik mikrowave juga memiliki keunggulan lain.
Misalnya saja nyeri yang dirasakan lebih sedikit, risiko infeksi kecil, dan risiko komplikasinya minimal.
Kresna melanjutkan, teknik mikrowave sudah dilakukan dalam satu bulan terakhir.
Ada 10 pasien yang melakukan operasi melalui teknik itu.
”Lalu yang masuk daftar tunggu operasi selanjutnya antara empat sampai lima pasien,” sebutnya.
Untuk pasien yang menjalani operasi varises, rata-rata sudah stadium dua sampai lima.
Jika mencapai stadium atas, kaki pasien biasanya akan mengalami kondisi-kondisi seperti pembuluh darah yang menonjol, pembengkakan, bahkan berubah warna jadi hitam dan terasa gatal.
”Kalau diestimasi, pasien dengan stadium atas seperti stadium empat atau lima yang operasi dengan teknik mikrowave sebanyak 50 persen,” ungkapnya.
Kresna menyebut, pasien varises berasal dari berbagai kalangan.
Seperti orang dengan obesitas, ibu hamil, dan perempuan yang kerap menggunakan sepatu hak tinggi dalam waktu lama. (mel/by)
Editor : Aditya Novrian