RADAR MALANG - Beredar beberapa video di media sosial yang memperlihatkan orang tua memberikan teh manis kepada anak balita.
Meski tampak sepele bagi beberapa orang, kebiasaan ini ternyata menimbulkan keprihatinan dari kalangan medis dan pakar tumbuh kembang anak berisiko bagi kesehatan anak.
Secara Ilmiah, memberikan teh pada bayi atau balita dapat menghambat penyerapan zat besi yang sangat dibutuhkan tubuh untuk pertumbuhan.
Baca Juga: Waspada! Makanan Lebaran Bisa Picu Kolesterol Tinggi, Begini Cara Mengatasinya
Selain itu, terdapat sejumlah risiko lain dari konsumsi teh pada anak usia dini, baik dari kandungan teh itu sendiri maupun cara pemberiannya.
Dampak Negatif Kandungan dalam Teh
1. Kafein
Teh mengandung kafein yang bisa memicu gangguan tidur, membuat bayi menjadi gelisah, rewel, bahkan mempengaruhi perilaku.
Konsumsi kafein berlebihan juga dikaitkan dengan kesulitan berkonsentrasi, hiperaktif, dan peningkatan detak jantung.
Baca Juga: Fakta di Balik Makanan Bersantan: Risiko yang Perlu Diwaspadai
2. Tanin
Tanin dalam teh dapat mengikat mineral penting seperti zat besi, kalsium, dan aluminium, yang menyebabkan penyerapan nutrisi oleh tubuh menjadi tidak optimal.
Padahal, bayi sangat membutuhkan zat besi untuk perkembangan otak dan tubuhnya.
Baca Juga: Pasien Diabetes Melitus di Surabaya Meningkat 16 Persen
3. Gula Tambahan
Penambahan gula pada teh dapat menyebabkan kerusakan gigi pada anak serta meningkatkan risiko obesitas dan diabetes jika dikonsumsi dalam jangka panjang.
Risiko Lain dari Pemberian Teh pada Bayi dan Balita
Teh bukanlah sumber nutrisi utama karena tidak mengandung zat gizi makro seperti karbohidrat, protein, dan lemak, serta hanya menyediakan sedikit mineral.
Sedangkan pemberian teh pada bayi atau balita dapat memberikan rasa kenyang.
Selain itu, memberikan teh melalui dot bisa memicu kebingungan puting pada bayi, yang kemudian menyulitkan proses menyusui.
Baca Juga: Diet Cuma dari Makanan, Apa Bisa? Coba Menu Makanan Berikut Ini, Seminggu Bisa Turunkan Berat Badan
Kapan Anak Boleh Minum Teh?
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyatakan bahwa anak di atas usia 1 tahun boleh mulai dikenalkan pada teh, namun dengan sejumlah catatan penting.
Pemberian teh harus dilakukan secara bijak:
- Hindari menambahkan gula atau pemanis buatan.
-
Batasi konsumsi teh maksimal 1–2 gelas per hari.
-
Berikan teh di sela waktu makan, bukan saat makan utama.
Baca Juga: Makan Enak Tanpa Khawatir Gemuk: Pilihan Makanan dan Minuman untuk Kamu
Orang tua juga perlu memperhatikan bahwa teh dapat menimbulkan rasa kenyang semu.
Jika anak merasa kenyang setelah minum teh, ia bisa menolak makanan padat yang justru lebih penting karena mengandung gizi lengkap.(NR)
Editor : Aditya Novrian