Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Dinas Kesehatan Kota Malang Ungkap 1.900 Orang Positif Tuberkulosis

Mahmudan • Senin, 10 November 2025 | 16:44 WIB
CEGAH PENULARAN: Dinkes Kota Malang menggelar sosialisasi dan pemeriksaan di car free day (CFD) Jalan Ijen untuk menekan penularan kemarin (9/11).
CEGAH PENULARAN: Dinkes Kota Malang menggelar sosialisasi dan pemeriksaan di car free day (CFD) Jalan Ijen untuk menekan penularan kemarin (9/11).

MALANG KOTA - Upaya untuk mendeteksi tuberkulosis (TBC) terus dilakukan. Hingga awal November lalu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang mengidentifikasi 1.900 warga yang positif tuberkulosis.

Mereka berasal dari berbagai kalangan dan rentang usia. Ada yang masih bayi, ada pula yang sudah dewasa. Jenisnya juga beragam. Mulai tuberkulosis resisten obat (RO), tuberkulosis sensitif obat (SO), hingga tuberkulosis yang disertai HIV/AIDS.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Malang Meifta Eti Winindar mengatakan, pihaknya melakukan tracing guna menekan penyebarannya. Hingga kini dinkes sudah memeriksa 11 ribu warga. "Hasilnya, ada 1.900 warga yang positif dan sudah mendapatkan pengobatan hingga tuntas," katanya.

Hasil pemeriksaan yang dilakukan menempatkan Kota Malang dalam posisi 10 besar daerah dengan jumlah kasus tuberkulosis terbanyak di Jawa Timur. Namun tingginya kasus yang ditemukan juga dipengaruhi masifnya tracing.

Itu diimbangi dengan sosialisasi dan pemeriksaan kesehatan rutin. Salah satunya dilakukan di Car Free Day (CFD) Jalan Ijen, Kota Malang. Kegiatan itu dalam rangka kampanye nasional Temukan, Obati, Sampai Sembuh Tuberkulosis (TOSS TB) serentak di seluruh Indonesia.

Selain pemeriksaan kesehatan, ada pula kegiatan lain. Yakni skrining tuberkulosis dan imunisasi lengkap untuk anak usia 1-59 bulan. Rangkaian kegiatan yang dilakukan di CFD bekerja sama dengan lintas bidang, Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), hingga Pagos.

Di luar kegiatan kampanye, Meifta juga mendorong masyarakat agar rutin memeriksakan kesehatannya. Tujuannya untuk mendeteksi penyakit degeneratif maupun penyakit menular sedini mungkin. "Harapan kami, Kota Malang bisa berkontribusi terhadap eliminasi TB nasional pada 2030," tandas pejabat eselon III B Pemkot Malang itu. (mel/dan)

Editor : A. Nugroho
#tbc #dinkes #malang #so