RADAR MALANG – Hari ini, 29 Januari 2026, diperingati sebagai Hari Kusta Sedunia. Peringatan ini diadakan untuk memberikan semangat kepada orang-orang yang pernah terdampak penyakit kusta. Selain itu, melalui peringatan ini masyarakat diharapkan agar lebih waspada karena penyakit kusta masih ada di sekitar kita.
dr. Jonathan Albert Soempiet, melalui kanal YouTube Halodok, menjelaskan bahwa kusta atau yang juga dikenal dengan lepra merupakan penyakit infeksi bakteri kronis yang menyerang jaringan kulit, saraf tepi, dan saluran pernapasan.
Kusta disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacteriun leprae. Penyakit ini dapat menular dari satu individu ke individu lain melalui percikan cairan dari saluran pernapasan, seperti ludah atau dahak. Namun, penularan tersebut umumnya terjadi apabila seseorang terpapar droplet dari penderita secara terus menerus dalam jangka waktu yang lama.
Seseorang yang terjangkit penyakit kusta, akan menunjukkan gejala-gejala tertentu. Seperti yang dijabarkan oleh dr. Intan Rachmita di akun TikTok-nya, kusta dapat menyerang kulit, saluran pernapasa, dan saraf tepi. Oleh karena itu, gejala yang sering muncul pada orang yang positif kusta antara lain ruam atau bercak-bercak putih, merah, atau kehitaman di daerah tubuh. Selain itu, penderita juga dapat mengalami penurunan atau hilangnya sensasi sentuhan, rabaan, bahkan rasa sakit, terutama pada ujung jari tangan dan kaki.
Hingga saat ini belum ditemukan vaksin yang dapat mencegah penyakit kusta. Namun, dengan Tingkat kesadaran individu yang tinggi, penularan penyakit ini dapat dicegah.
Apabila mulai merasakan gelaja-gelaja kusta, masyarakat diimbau untuk segera memeriksakan diri ke dokter. Dengan pengobatan yang tepat, komplikasi maupun penularan kusta dapat diminimalkan. Selain itu, dkontak langsung dengan hewan yapat ang membawa bakteri kusta juga sebaiknya dihindari.
Penulis: Intan Nurlita Dewi
Editor : Aditya Novrian