Nasional Internasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Peristiwa Olahraga Wisata-Kuliner Ekonomi-Bisnis Opini Pendidikan Politik Sosok

Arus Balik Lebaran Picu Penyakit Pernapasan, Simak Cara Mencegahnya

Marsha Nathaniela • 2026-03-24 16:40:58
Kemacetan di jalan raya dapat menimbulkan risiko gangguan pernapasan. (Freepik).
Kemacetan di jalan raya dapat menimbulkan risiko gangguan pernapasan. (Freepik).

MALANG KOTA, RADAR MALANG – Kepadatan kendaraan saat arus balik lebaran tak hanya menyebabkan stres di jalan, tetapi juga mengancam kesehatan. Debu dan polusi yang terhirup selama berjam-jam bisa memicu penyakit pernapasan.

Risiko tersebut dapat meningkat apabila daya tahan tubuh sedang turun karena kelelahan akibat perjalanan panjang, kurang beristirahat, stres psikologis, hingga asupan makanan yang tidak teratur.

Selain itu, orang yang paling rentan terkena masalah pernapasan adalah anak-anak, orang tua, dan penderita penyakit kronis.

Untuk itu, terdapat upaya pencegahan yang dapat dilakukan bagi individu yang melakukan mudik maupun kembali ke kota.

Adapun upaya pencegahan dan penanganannya, terbagi dalam 3 kategori, primer, sekunder, dan tersier.

Upaya Primer

Upaya primer bertujuan untuk mencegah orang-orang tersensitisasi menjadi sakit dengan meminimalisasi risiko dengan cara sebagai berikut.

1. Pastikan kondisi kendaraan baik, tidak ada kebocoran gas yang masuk dalam kabin mobil.

2. Pastikan kondisi kesehatan tubuh sebelum berangkat.

3. Mencatat semua riwayat kesehatan anggota keluarga, beri perhatian khusus pada anak-anak, lansia, dan penderita penyakit kronis.

4. Jika macet di jalan, disarankan untuk tetap berada dalam kendaraan. Tutup jendela agar asap polusi dan partikel tidak masuk dalam mobil. Nyalakan AC dengan mode recirculate, jangan outdoor circulate karena mode tersebut mengambil udara dari luar.

5. Bila terjadi kemacetan total dan udara luar tidak panas, matikan mesin guna mengurangi polusi udara.

6. Jangan merokok.

7. Bagi pengguna motor, gunakan masker atau respirator yang benar dan tepat untuk mengurangi masuknya partikel dalam saluran pernapasan dan paru-paru. Bagi pengguna mobil, tetap sediakan masker untuk digunakan pada konsisi tertentu.

8. Makan makanan bergizi dan mencuci tangan sebelum makan atau setelah menggunakan fasilitas umum.

9. Usahakan untuk istirahat selama perjalanan agar tubuh tetap bugar.

Baca Juga: Makanan Manis Sebabkan Gigi Berlubang? Simak Penjelasannya

Upaya Sekunder

Upaya ini bertujuan untuk melakukan deteksi dan pengobatan dini dengan cara sebagai berikut.

1. Mengenali gejala atau keluhan pada paru-paru dan pernapasan yang timbul.

2. Matikan mesin dan cek kendaraan apabila mencium bau gas.

3. Kenali gejala dan tanda keracunan gas CO atau CO2, seperti sakit kepala, pusing, dan mual. Apabila hal tersebut terjadi, cari tempat teduh dan pertolongan medis.

4. Membawa obat-obatan yang biasa dikonsumsi.

5. Segera ke pelayanan kesehatan terdekat apabila terjadi masalah kesehatan.

Upaya Tersier

Upaya tersier bertujuan untuk mencegah komplikasi dan kematian pada seseorang yang telah menderira penyakit selama perjalanan mudik atau arus balik.

1. Apabila terkena penyakit selama perjalanan, segera lakukan pengobatan yang maksimal dan teratur dengan berobat ke dokter terdekat.

2. Jika memerlukan perawatan lebih lanjut atau rawat inap, jangan menundanya. Rujukan ke tingkat pelayanan lebih tinggi perlu dilakukan apabila sarana dan prasarana kesehatan terbatas.

Jangan sampai momen kebersamaan lebaran justru ditutup dengan konsisi kesehatan yang terganggu. Lakukan pencegahan dan penanganan seperti yang telah disebutkan saat perjalanan arus balik. Dengan demikian, Anda dapat tiba ke tujuan dengan sehat dan siap untuk beraktivitas kembali.

 

Editor : Aditya Novrian
#penyakit pernapasan #lebaran #arus balik #muda