Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Empat Bulan, Dinkes Kota Malang Catat 28.661 Kasus Hipertensi

Nabila Amelia • Minggu, 17 Mei 2026 | 13:57 WIB
Ilustrasi Dinkes Kasus Hipertensi (freepik)
Ilustrasi Dinkes Kasus Hipertensi (freepik)

MALANG KOTA, RADAR MALANG - Setiap 17 Mei selalu ada peringatan Hari Hipertensi Sedunia. Itu dilakukan dengan tujuan mengingatkan kembali bahaya penyakit tersebut. Terlebih, hipertensi menjadi penyebab kematian nomor satu di dunia. 

Hal serupa juga berlaku di Kota Malang. Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang Meifta Eti Winindar mengatakan, hipertensi menduduki peringkat pertama untuk jumlah kasus medis terbanyak sejak 2021. 

Grafis Jumlah Penderita Hipertensi di Kota Malang
Grafis Jumlah Penderita Hipertensi di Kota Malang

Termasuk pada 2025 dan 2026 ini. Bahkan dari Januari sampai April 2026, dinkes sudah menemukan banyak orang yang menderita hipertensi. ”Seluruh penderita yang kami temukan itu yang berkunjung dan mendapat layanan di faskes (fasilitas kesehatan). Untuk tahun 2026 (sampai April), sementara ada 28.661 orang,” ungkap Meifta, kemarin (16/5).

Dia menambahkan, jumlah penderita hipertensi saat ini didominasi kelompok lansia. Yakni warga yang berusia di atas 59 tahun. ”Untuk tahun 2025 dan 2026, persentase penderita hipertensi dari kelompok lansia sebesar 54 persen,” imbuh dia.

Baca Juga: Dua Tahun, Dinkes Kota Malang Catat 101 Pengidap HIV/AIDS Putus Berobat

Kendati demikian, tidak menutup kemungkinan hipertensi dialami warga dari kelompok usia produktif. Biasanya, itu bakal berkaitan dengan gaya hidup warga. Meifta melihat, masyarakat masih kurang menerapkan pola hidup sehat. 

”Itu terlihat dari mereka yang kurang beraktivitas, kerap mengonsumsi makanan cepat saji dan tinggi natrium, kurang istirahat, hingga tidak bisa mengelola stress,” beber dia. Agar penyakit hipertensi bisa dicegah, Meifta mengimbau agar masyarakat menjaga tekanan darah di angka yang terkendali. 

Yakni di angka 140/90. Sebab, masyarakat kerap meremehkan jika tekanan darah sudah naik seolah-olah sudah biasa. Jika sudah mengalami hipertensi, dia juga meminta masyarakat untuk menjaga pola dan rutin mengonsumsi obat.

Baca Juga: Dinkes Kota Malang Ajukan Pengadaan Vaksin MR untuk 11 Ribu Nakes 

”Karena tata laksana hipertensi bukan hanya dari sisi farmakologi, tapi juga menjaga nutrisi,” tegas pejabat eselon III B Pemkot Malang tersebut. (mel/by)

Editor : A. Nugroho
#kasus hipertensi #P2P #Fasilitas Kesehatan #dinkes